Terjaring Operasi Gabungan Penerapan Inpres No. 6, Belasan Warga Disanksi Pungut Sampah Hingga Push up

Share this :

Malang, koranmemo.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang menggelar Operasi Gabungan Penerapan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6, Rabu (26/8).

Belasan warga yang didapati tak mengenakan masker, langsung diberikan pilihan berupa sanksi denda Rp 100 ribu atau sanksi sosial berupa memungut sampah, menyapu jalan hingga push up.

Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Wali Kota Malang menyampaikan, penerapan operasi gabungan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Inpres No. 6 di Kota Malang. Dengan tujuan, mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Malang untuk tertib dan disiplin protokol kesehatan Covid-19 terutama pemakaian masker.

“Aturan sudah dibuat, harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat. Semoga Malang akan kembali ke zona hijau,” ujarnya.

Menurut Edi, pelaksanaan peraturan tersebut perlu diikuti dengan penerapan-penerapan sanksi secara langsung agar masyarakat lebih disiplin. Selain memberikan sanksi, juga diberikan masker bagi warga yang terjaring dalam kegiatan tersebut. “Ini adalah bentuk rasa cinta kita kepada masyarakat supaya tidak terpapar Covid-19,” tuturnya.

Menurut pantauan Edi, dalam operasi gabungan yang menyusuri sepanjang jalan mulai Pasar Besar hingga Stasiun Kota Malang, cukup banyak masyarakat yang sudah melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 terutama pemakaian masker di tempat umum. “Alhamdulillah masyarakat Malang cukup tertib, meskipun masih ada saja yang tidak mengenakan masker),”ujarnya.

Baca Juga: Petani Kota Madiun Tolak Pemberlakuan Kartu Tani

Baca Juga: Beras Bansos Covid-19 di Nganjuk Macet Dua Bulan

Kapolresta Malang, Kombes Pol Leonardus Simarmata menambahkan bahwa Operasi Gabungan Penerapan Inpres No. 6 tersebut akan digelar selama satu bulan mulai 24 Agustus hingga 24 September. Dan berfokus pada pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 terutama pemakaian masker. Serta merupakan implementasi program Jatim Bermasker.

Pendisiplinan di hari pertama cukup dengan sanksi pendekatan persuasif. Dua minggu ke depan jika didapati pelanggaran yang sama sampai 2 kali, akan ada sanksi yang lebih tegas. “Blanko teguran akan kita siapkan. Bagi yang telah melanggar sampai 2 kali, maka kita langsung kenakan sanksi denda,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya