Olimpiade Tokyo Tetap Dilaksanakan Ditengah Wabah Coronavirus

Share this :

Tokyo, koranmemo.com – Penyelenggara Olimpiade Tokyo menekankan, gelaran olahraga akbar ini akan tetap dilakukan meskipun wabah coronavirus belum berhasil ditangani. Pernyataan itu dikemukakan pada Kamis (13/2), seiring dengan pernyataan yang mengecam rumor tidak bertanggung jawab terkait wabah tersebut.

“Sehubungan dengan coronavirus, banyak desas-desus yang tidak bertanggung jawab. Saya ingin menjelaskan bahwa kami tidak mempertimbangkan untuk menunda atau bahkan membatalkan Olimpiade,” ujar Ketua Tokyo 2020, Yoshiro Mori pada pertemuan pejabat tinggi komite olimpiade internasional dikutip dari AFP.

Sebelumnya wabah yang disebabkan oleh virus Covid-19 telah merenggut lebih dari 1.300 nyawa dan telah menginfeksi sekitar 60.000 warga. Wabah yang telah dinyatakan sebagai darurat global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) ini telah mengganggu sejumlah acara olahraga yang dilakukan di China.

Sejauh ini, penyelenggaraan olahraga yang telah terganggu adalah kualifikasi olimpiade untuk tinju dan bola basket. Perhelatan balap mobil Formula One juga terganggu dengan berubahnya rencana Shanghai Grand Prix yang diundur hingga bulan April. Selain itu, Grand Prix Vietnam juga terancam dengan adanya wabah ini.

Dengan waktu tersisa selama 162 hari hingga pembukaan Olimpiade, pihak penyelenggara terus memantapkan perhelatan olahraga akbar itu. Tidak hanya sebatas menyiapkan fasilitas, tapi termasuk meyakinkan jika acara ini dapat berlangsung dengan aman dan baik.

Jaminan mengenai pencegahan terhadap virus Covid-19 menjelang Olimpiade Tokyo juga disampaikan oleh Gubernur Tokyo, Yuriko Koike. ”Saya berjanji untuk menerapkan langkah-langkah yang secara menyeluruh dimaksudkan untuk melindungi warga dari virus Covidd-19 menjelang Olimpiade,” ujarnya.

Perihal wabah coronavirus sendiri, Jepang termasuk kedalam negara yang terkena infeksi wabah itu. Tercatat ada 28 kasus akibat wabah coronavirus di Jepang dengan 4 di antaranya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Selain itu, ada juga 174 warga yang terinfeksi wabah ini di kapal pesiar yang mengapung di lepas pantai Jepang.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date