Oknum Satpol PP Penganiaya Anak Dituntut 6 Bulan Penjara

Sidoarjo, koranmemo.com – Terdakwa Bambang Supriono, Oknum Satpol PP Sidoarjo dituntut enam bulan penjara. Bambang dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak. “Dituntut enam bulan penjara,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Guruh Wicaksono kepada Majelis Hakim, Selasa, (24/09/2019).

Menurut JPU, berdasarkan hasil keterangan saksi dan bukti-bukti fakta persidangan, terdakwa dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana Penganiayaan terhadap NP (12).

Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan yang diketuai Majelis Hakim Ridwantoro menjerat terdakwa yang sudah 20 tahun bekerja di Satpol PP Sidoarjo dengan pasal 80 ayat 1 juncto 76 C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak

Dalam persidangan, JPU membacakan perihal yang memberatkan terdakwa. Diantaranya terdakwa terbukti melakukan pemukulan terhadap anak dibawah umur tepat dikepala bagian belakang korban hingga menyebabkan bengkak. Kedua, terdakwa tidak melakukan klarifikasi sebelumnya atas yang menimpa anaknya, sehingga langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

“Yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa juga mengaku khilaf sudah melakukan pemukulan terhadap korban. Dan terakhir, terdakwa juga sudah menyatakan berdamai dengan keluarga korban,” ucap Guruh dalam persidangan.

Sementara itu, Majelis Hakim Ketua, Ridwantoro memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan atau Pledoi.

“Sudah dengar ya tuntutan yang dibacakan Jaksa tadi. Kami beri kesempatan untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada pekan depan,” terangnya.

Usai persidangan, ibu Korban, Dyah Sulis Setyowati mengaku kaget atas tuntutan yang dibacakan JPU. Menurutnya, tuntutan itu tak sebanding dengan perbuatan terdakwa yang melakukan penganiayaan terhadap anaknya.

“Kok tuntutannya cuma enam bulan. Harusnya kan lebih dari itu,” kata Dyah usai sidang.

Meski demikian, ia berharap majelis hakim bisa memberikan keputusan hukum yang sebanding sesuai apa yang dilakukan terdakwa terhadap korban. Sehingga permasalah penganiayaan anak tidak terulang kembali dimasa yang akan datang.

Reporter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu