Oknum Kades di Madiun Diringkus Saat Ambil Paket Sabu

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Oknum Oknum Kades di Madiun Diringkus Saat Ambil Paket Sabu desa (kades) aktif di Desa Pucangrejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun Kota. Ini karena tersangka Bambang Prasetyo bin Muliadi (38) kedapatan memiliki narkoba jenis sabu.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Narsun Pasaribu mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat, jika setiap kali masuk ke wilayah Kota Madiun, kebiasaan tersangka mengambil sesuatu yang tergeletak di pinggir jalan. Mengetahui kegiatan tersebut, anggotanya membuntuti tersangka hingga akhirnya berhasil diamankan di Traffic Light Jalan Prambanan, Kelurahan Madiun Lor, Kota Madiun pada Senin siang (5/8).

Dari hasil penangkapan, petugas selanjutnya melakukan pengembangan di kediaman tersangka yang ada di Desa Pucangrejo. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita 0,51 gram sabu. Selain itu, juga ditemukan sejumlah barang bukti, diantaranya plastik klip yang dibakar diduga bekas bungkus narkoba jenis sabu serta pipet kaca yang masih terdapat kerak atau serbuk sabu yang akan digunakan maupun bekas pemakaian.

“Oknum kepala desa, ini masih aktif. Kalau pemakaiannya diperkirakan lebih kurang satu dua bulan ini sudah sering menggunakan. Dia pengguna. Karena di rumahnya didapati bekas pipet dan sedotan yang telah digunakan dan yang akan digunakan,” katanya saat menggelar press release, Kamis (8/8).

Kapolres menyatakan, berdasarkan keterangan tersangka kepada aparat kepolisian, uang yang digunakan untuk membeli sabu bukan berasal dari dana desa, tetapi dari uang pribadinya. Meski begitu, petugas tetap akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemasok barang haram tersebut.

“Keterangan tersangka masih kita dalami ataupun kita lidik dan itu harus kita dalami lebih intens,” imbuhnya.

Atas tindakannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp 800 juta, maksimal Rp 8 miliar. Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Polres Madiun Kota guna proses hukum lebih lanjut.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu