Nyono Tersandung Masalah Hukum, Istri Tetap Optimistis

Jombang, koranmemo.com – Calon Bupati Jombang nomor urut 2, Nyono Suharli Wihandoko sedang tersandung masalah hukum dengan ditetapkan sebagai tersangka oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan penerimaan suap pengisian jabatan.

Dalam proses pemungutan suara Rabu (27/6) pagi, sang istri Tjaturina Juliastutik Wihandoko menyalurkan hak pilihnya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 005 Desa Sepanyul Kecamatan Gudo, hanya dengan ditemani anak pertamanya, Devy Mutia Pisesha.

Kendati demikian, Tjaturina optimistis paslon nomor 2 bisa mendulang suara maksimal pada Pemilihan Bupati Jombang kali ini. “Optimis sekali. Masyarakat sudah cerdas. Proses pilkada ini sudah kami jalankan dengan baik dan demokratis,” kata Tjaturina, Rabu (27/6).

Selain itu, Tjaturina juga menyanggah kabar jika sang suami tidak menyalurkan hak pilihnya karena sedang tersandung masalah hukum.  “Sebagai warga negara yang baik tentu tetap mencoblos. Memberikan suara di di Kejaksaan Tinggi Surabaya sana,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pilbup Jombang digelar 27 Juni 2018. Pilbup diikuti tiga pasangan calon yang telah mendaftar di KPU. Mereka masing-masing, Mundjidah Wahab-Sumrambah, yang diusung PPP, Partai Demokrat, Partai Gerindra, serta partai non parlemen Perindo.

Pasangan selanjutnya, Nyono Suharli Wihandoko-Subaidi Muchtar, yang didukung Partai Golkar, PKS, PKB, PAN, serta Partai NasDem. Pasangan ketiga yakni Kombes Pol (purn) Syafiin-Choirul Anam . Pasangan ini diusung PDI P, Partai Hanura serta dua partai non parlemen, PKPI dan PBB

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date