Nyebrang, Lima Pegawai PT IMS Disasak Innova dan Dilindas Bus, 2 Tewas

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Madiun Surabaya masuk Desa Bagi Kecamatan/Kabupaten Madiun, Rabu (7/10) malam. Lima orang penyeberang jalan terpental setelah ditabrak mobil Innova Nopol AE 546 BG.

Seketika itu juga, dua orang diantaranya dilindas bus PO Gunung Harta Nopol DK 7169 GH. Akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka.

Kelima korban merupakan pegawai PT Inka Multi Solusi (IMS). Korban meninggal bernama Moch. Syafulloh Robbani (29) warga Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun dan Hari Purnomo (26) warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Sementara tiga lainnya, yakni Fathul Rozaki (27), Ibrahim Anis (39) dan Moch Eka Ardhana Putra (24).

Baca Juga: Aksi Tolak Omnibus Law di Kota Malang Ricuh, Mobil Satpol PP Terbakar

“Dua korban meninggal dunia, dua korban sudah pulang, satu korban luka patah kaki dan dirawat di RSUD Soedono Madiun,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Madiun, IPDA Johan Ariadi.

Kecelakaan bermula saat pegawai PT IMS hendak makan malam. Saat itu, mereka jalan kaki dari kantor IMS menyeberang ke barat jalan raya.
Setelah diseberangkan oleh security IMS, tanpa diduga di tengah marka jalan dari arah utara berjalan mobil Innova dikemudikan oleh Darmono (52) dengan kecepatan tinggi dari arah utara langsung menghantam korban.

Seketika itu juga, korban terpental dan dua diantaranya terlindas bus Po Gunung Harta dikemudikan Hari Sigit Purnomo yang melaju dari arah berlawanan.

“Dugaan penyebab karena kelalaian dari faktor pengemudi innova. Faktor lampu penerangan memang kurang, jalur cepat jalan lebar dan pengguna jalan kebanyakan kecepatan tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: Tolak Omnibus Law, Ratusan Mahasiswa Demo di DPRD Kota Kediri

Selanjutnya pihak Satlantas Polres Madiun melakukan olah TKP. Sopir berikut kendaraan diamankan untuk proses hukum.

“Sudah kita amankan baik sopir Innova maupun sopir bus di Mapolres Madiun, penetapan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya