Nyatakan Darurat Narkoba

Peringkat Lima Se-Jatim

Jombang, Memo – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, menetapkan Kabupaten Jombang sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima di Jawa Timur. Data itu dirilis setelah BNNP melakukan evaluasi kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani seluruh kepolisian resort di bawah jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Kasus penyalahgunaan narkoba yang pernah diungkap kepolisian jombang (agung/memo)
Kasus penyalahgunaan narkoba yang pernah diungkap kepolisian jombang (agung/memo)

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang, Mas’ud, mengatakan jika pada tahun 2014 berada di posisi ke sepuluh, kini naik ke peringkat pada akhir 2015. “Jombang sudah darurat narkoba. Peringkatnya naik dari kesepuluh kini menjadi kelima se – Jatim,” kata Mas’ud, Senin (18/4).

Selama ini, lanjut Mas’ud, Jombang belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Hanya saja di Jombang sudah ada lembaga Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah.

Mas’ud menambahkan, sebagai tindaklanjut pasca evaluasi yang dilakukan dengan BNN provinsi, pemerintah akan segera mengambil tindakan penanggulanangan secara masif. ”Kemarin oleh Bu Wabup, leading sektor Kesbanglinmas harus segera mengambil langkah-langkah tindakan penanggulangan, mengumpulkan satgas untuk diarahkan menanggulangi peredaran narkoba,” tambahnya.

Sementara mengenai faktor penyebab, tingginya angka kasus narkoba di Jombang, Mas’ud masih enggan memberikan komentar banyak. Sebab pihaknya selama ini fokus pada kegiatan edukasi ke masyarakat. “Artinya wilayah kami melakukan sosialisasi, lebih dari itu untuk tindakan pengawasan dan penindakan menjadi kewenangannya kepolisian, dalam hal ini Satreskoba Polres Jombang,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan gencar melakukan tes urin, sebagai salah satu langkah deteksi dini jaringan peredaran narkoba. Meski sudah menjadi rencana melakukan tes urin kepada seluruh PNS di Jombang. “Paling tidak akan melakukan sampling, jika ada oknum yang dicurigai sebagai pengguna narkoba, maka yang bersangkutan akan kita wajibkan tes urin,” pungkasnya.

Sedangkan dalam evaluasi yang dilakukan, pengguna narkoba yang mendominasi adalah generasi muda, khususnya pelajar sekolah. ”Evaluasi 2015, narkoba sudah masuk ke kalangan remaja, pelajar termasuk masyarakat umum,” bebernya.

Sementara dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan POLRI belum ada. Namun demikian meski belum secara utuh melakukan evaluasi, dirinya memastikan pada tahun 2016 sepertinya ada temuan khusus. “Terbukti sebelumnya ada oknum perangkat desa tertangkap basah, bahkan ada pula oknum dari guru ngaji juga tertangkap menjadi pelaku,” pungkas Mas’ud. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date