Nyaru Anggota Polisi di Medsos, Pelaku Pornografi Diringkus Tim Cyber Polresta Madiun

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Polres Madiun Kota menangkap Dea Ale Haryanto alias Ary (38) warga Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Dia diduga sebagai pelaku kasus pornografi di media sosial dan mengaku sebagai anggota polisi untuk mengelabuhi korbannya.

Kapolres Madiun Kota, AKBP R. Bobby Aria Prakasa mengatakan, untuk melakukan aksi kejahatan, tersangka melakukan dua peran. Pertama, mengaku sebagai Agung Pratama, anggota Polda Jatim. Kedua, sebagai AKP Heriyanto, Kasat Reserse Narkoba Polres Madiun Kota.

Kronologinya, pelaku menjalin hubungan dengan korban, seorang warga Kota Madiun sejak Maret sampai Juni melalui akun media facebook. Selama menjalin hubungan asmara, korban diminta mengirimkan foto-foto bugil. Antara tersangka dengan korban belum pernah bertemu.
Tidak berselang lama, pelaku membuat skenario baru atau mengarang kejadian palsu seolah-olah tersandung kasus narkoba.

Pelaku menceritakan kepada korban bahwa diamankan oleh AKP Heriyanto, yang tidak lain adalah dirinya sendiri. Dari kejadian itu, pelaku mengancam korban apabila tidak menyerahkan sejumlah uang, foto yang telah dikirimkan akan disebar ke publik. Merasa takut, akhirnya korban mengirimkan uang secara bertahap dengan total sekitar Rp 90 juta.

“Yang jelas uangnya untuk foya-foya, untuk kepentingan pribadi. Untuk korban sementara ini baru ada satu. Yang jelas kita masih kembangkan karena kemungkinan besar korban lebih dari satu orang,” katanya, Selasa (21/7).

Kasat Reserse Kriminal Polres Madiun Kota, AKP Fatah Meilana mengungkapkan, pelaku lulusan SLTA ini sebelumnya juga tersandung kasus yang sama yakni penyebaran konten pornografi yang ditangani Polres Sleman Jawa Tengah.

Peristiwa itu terjadi tahun 2015 lalu dengan hukuman satu tahun penjara. Sedangkan perkara yang terjadi di Madiun kali ini, pelaku telah meminta uang kepada korban dengan total Rp 90 juta.

Uang tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor, memperbaiki rumah di Ngawi, menutup hutang serta foya-foya.

Saat ini baru ada satu korban yang melapor. Polisi mengimbau kepada masyarakat yang juga merasa dirugikan atas tindakan pelaku untuk melaporkan ke Polres Madiun Kota. Atas kejadian itu, pelaku beserta barang bukti, diantaranya seragam polisi, Hp serta satu unit sepeda motor diamankan di Polres Madiun Kota guna proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku dijerat pasal 45 ayat (4) jo Pasal 24 ayat (4) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008, tentang ITE atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan/atau denda Rp 1 miliar,” terangnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi
Editor Achmad Saichu