Normalisasi Sungai Hingga Reboisasi Jelang Musim Hujan

Trenggalek, koranmemo.com – Puncak musim kemarau bakal segera berakhir sehingga lebih dari 55 desa terdampak krisis air bersih di Trenggalek tak lagi mengalami kekeringan. Kendati demikian muncul persoalan lain tentang potensi banjir hingga tanah longsor. Untuk mengantisipasi itu pemerintah melakukan normalisasi sungai hingga reboisasi menjelang musim hujan.

Normalisasi sungai itu kini telah dilakukan di sejumlah titik, di wilayah yang menjadi kewenangan pemda. Misalnya di sekitar sungai Jembatan Gendingan. Selain mengeruk endapan, petugas juga memperbaiki plengsengan yang rusak. “Tahun lalu (aliran) kan tersumbat istilahnya barongan ori, sehingga banjir. Kami perbaiki,” kata Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Sukarudin.

Sedikitnya lebih dari 523 jaringan irigrasi tengah di normalisasi Dinas PUPR Trenggalek, rata-rata pengerukan hingga kedalaman 40 centimeter. Selain untuk memperlancar arus air juga untuk menampung peningkatan volume air. “Jadi untuk mengurangi sendimen tanah yang mengendap,” kata Kabid Sumber Daya Air dan Konstruksi Dinas PUPR Trenggalek, Evita Diana Sukma.

Selain menormalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir, pemerintah juga tengah melakukan reboisasi untuk mencegah terjadinya longsor. Reboisasi bakal dilakukan Perum Perhutani Wilayah Kediri Selatan di lahan seluas 451 hektare, terdiri dari 329, 07 hektare hutan lindung dan 122,9 hektare hutan produksi.

Pohon yang digunakan untuk reboisasi di hutan lindung meliputi durian, alpukat, petai dan beberapa jenis pohon lainnya. Sementara untuk hutan produksi diantaranya meliputi pohon akasia, jati, pinus dan mahoni. Pemkab juga berencana menanam pohon bambu dan beringin di wilayah daerah aliran sungai. “Antisipasi sedini mungkin,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Berkaca pada bencana sebelumnya, di awal musim hujan terjadi banjir di beberapa titik sehingga pemerintah menetapkan status bencana. Terparah di wilayah Kelurahan Kelutan hingga melumpuhkan jalan nasional Trenggalek-Ponorogo berjam-jam. Meskipun tak ada korban jiwa namun beberapa rumah dan sarana umum di laporkan rusak. Banyak sekolah diliburkan.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu