Nongkrong Saat Jam Pelajaran, 17 Pelajar SMA Terciduk

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Peduli terhadap para pelajar, Satpol PP Kabupaten Lamongan secara intens menggelar razia di tempat-tempat cangkruk’an di saat jam pelajaran berlangsung. Alhasil, belasan pelajar dari beberapa lembaga terjaring lalu dilakukan pembinaan, Senin (21/1).

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Lamongan, Safari dalam keterangannya kepada sejumlah awak media mengatakan bahwa pihaknya melakukan operasi dengan tema kasih sayang itu sebagai bentuk kepeduliannya dengan fokus sasaran adalah para pelajar. Dia mengaku, hal itu bakal intens dilakukan dalam tiap bulannya.

“Kami tidak ingin para pelajar terjerumus ke hal-hal yang negatif apalagi berbau kriminal. Sasarannya, kami fokus memantau di saat jam belajar mengajar, diantaranya warung kopi di seputaran kota, tempat nge-game dan tempat bilyard,” tegas Safari.

Dikatakan, dalam kegiatan operasi kasih sayang ini, berhasil menjaring belasan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai lembaga. Rata-rata, mereka asyik nyangkruk di warkop yang ada di Jl. Soewoko maupun di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kota Lamongan masih menggunakan seragam dengan atribut lengkap.

Saat kita amankan, tambah Safari, ada juga pelajar yang berusaha melarikan diri. Namun, tim Satpol PP berhasil mengamankannya. Setelah itu, mereka segera dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka juga diminta untuk membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan, jika mereka bersedia tidak akan mengulangi hal yang sama.

Sementara, Safari mengakui jika sebelumnya kegiatan tersebut (operasi kasih sayang) tidak dilakukan pemberitahuan kepada lembaga pendidikan terkait. Sebab, menurutnya hal itu dilakukan dalam rangka mencegah hal negatif di kalangan pelajar. Namun, pihaknya rencananya akan mengirimkan surat ke lembaga pendidikan sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut.

Dan jika, beberapa pelajar yang terjaring operasi tersebut melakukan hal yang sama, pihaknya akan melakukan upaya pemanggilan (undang), baik terhadap kepala lembaga pendidikan maupun orang tua pelajar. “Kita akan berikan penyuluhan dan bimbingan secara langsung,” ungkap Safari.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu