Nilai Tukar UPK 75 Dijual di Atas Nominal Asli, Ini Kata Kepala BI Perwakilan Kediri

Kediri, koranmemo.com — Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menerbitkan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia (RI). Setelah terbit, UPK 75 ini ternyata mulai ditawarkan kembali dengan biaya melebihi nilai nominal yang tertera pada cetakan bahkan di salah satu marketplace mencapai puluhan juta.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kediri, Sofwan Kurnia menjelaskan, untuk nilai tukar UPK 75 ini, nilai nominal uang tidak berubah.

“Apabila angka yang tertera pada cetakan uang peringatan yaitu senilai Rp 75.000 berarti nilai tukarnya sesuai cetakan, sebesar Rp 75.000. Kami juga mendapat informasi, ada beberapa penjual di marketplace yang menjual UPK 75 dengan nominal yang lebih tinggi,” jelasnya saat menggelar pertemuan virtual dengan awak media, Rabu (26/8).

Menurut Sofwan, adanya fenomena di marketplace yang menjual UPK 75 karena beranggapan salah satu benda bersejarah serta mempunyai keunikan tersendiri.

“Memang ada beberapa lapak di online shop atau marketplace menjual uang UPK 75 dengan biaya yang tinggi. UPK 75 kalau dibandingkan dengan desain uang yang beredar di masyarakat mempunyai keunikan dan keistimewaan tersendiri,” katanya.

Sofwan menilai, jika dibandingkan dengan uang yang beredar di tingkat regional atau uang negara lainnya, uang UPK 75 ini menunjukkan bahwa Indonesia menuju menjadi negara yang maju. Jika biasanya gambar pada uang kertas hanya sebatas tokoh dan pahlawan Indonesia, pada UPK 75 ini mengangkat ragam budaya khas Indonesia.

“Uang kertas pada umumnya gambarnya yaitu tokoh dan pahlawan Indonesia yang sudah meninggal dunia. Tapi, pada UPK 75 ini ada keunikan lagi, salah satunya yaitu anak-anak yang saat pengambilan foto masih hidup dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Ada juga gambar beberapa lokasi di Indonesia, ini yang mungkin menyebabkan beberapa orang menjual kembali UPK 75,” ucapnya.

Baca Juga: Petani Kota Madiun Tolak Pemberlakuan Kartu Tani

Selain itu, uang peringatan yang diterbitkan pemerintah dan BI mempunyai jarak waktu yang lama, yakni 25 tahun sekali. Jika diperhatikan kembali, penerbitan UPK ini pertama pada peringatan kemerdekaan ke-25, 50, dan 75 tahun. Kalau sesuai dengan waktunya, maka uang terbitan baru akan muncul pada HUT Kemerdekaan ke-100 tahun nanti.

Sementara itu, Sofwan menjelaskan, mengenai penukaran UPK 75 masih berlangsung. Untuk di KPw BI Kediri sendiri, dalam sehari melayani 150 penukar. Namun, jam pelayanan hanya dibuka selama tiga jam saja dan tiap jam KPw BI Kediri melayani 50 penukar.

Sofwan menegaskan bahwa siapa saja bisa menukarkan UPK 75, tapi barang siapa yang akan menukar UPK 75 harus mendaftarkan diri terlebih dahulu atau secara pre-order. Tidak hanya individu, penukaran juga bisa dilakukan dengan cara kolektif.

Dalam prosesnya tetap sama seperti penukaran secara individu, salah satunya pemesanan terlebih dahulu dan bisa mewakilkan salah satu perwakilan untuk penukaran. Namun tetap harus menyertakan persyaratan seperti nomor induk kependudukan (NIK) serta foto kopi KTP.

Baca Juga: KPU Temukan 7 Ribu Pemilih Kategori TMS

Baca Juga: Beras Bansos Covid-19 di Nganjuk Macet Dua Bulan

“Kolektif per 25 Agustus ya, minimal ada 17 penukar, ini sesuai dengan tanggal kemerdekaan RI. Mengapa harus diwakilkan, imbauannya seperti itu, supaya protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Mulai per 1 Oktober, kata Sofwan, nanti penukaran UKP 75 akan diperluas di bank umum dan beberapa bank swasta. “Apakah penukaran di KPw BI Kediri nantinya akan ditutup? Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut, tapi yang jelas bank umum dan swasta dapat membantu proses penukaran,” katanya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor :