Ngaku Kasat Resnarkoba Polres Kediri, Bawa Kabur Motor

Nganjuk, koranmemo.com – Berakhir sudah pelarian Andik Purnomo (24), polisi gadungan asal Desa Sambiresik Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Dia harus meringkuk di ruang tahanan Polsek Kertosono usai diringkus Unit Reskrim Polsek Kertono dibantu Satreskrim Polres Kediri.

Pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) sepeda motor Honda Vario nopol AG 2986 UE dengan korban M. Iqel Irfan Firmansyah (15) pelajar asal RT 07/RW 03 Dusun Songsong Desa/Kecamatan Jatikalen ini, diringkus di rumahnya, Jumat (12/10) sekitar pukul 00.30 WIB, setelah menghilang selama sekitar 7 bulan.

“Saat ini pelaku bersama barang bukti ditahan di rutan Polsek Kertosono, dengan surat perintah penahanan (SPP) nomor Sp.Han/94/X/2018/Polsek, tanggal 12 Oktober 2018,” kata AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta Kapolres Nganjuk saat konferensi pers di Mapolsek Kertosono, Rabu (24/10) siang.

Diungkapkan, kejadian berawal saat korban bersama tiga temannya, masing-masing Dhoni Wahyu Ramadhan (18), Agus Yulianto (16) M. Firdaus Baharudin Firmansyah, dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol AG 2986 UE datang ke warung utara jembatan lama Kertosono, Sabtu (24/3) malam.

“Korban datang ke warung itu karena sudah janjian dengan pelaku. Setelah ketemu, pelaku yang mengaku anggota polisi ini berkata kepada korban jika akan dijadikan intel,” beber Dewa.

Selanjutnya korban diajak jalan disuruh membonceng pelaku dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Sesampainya di pos kamling, keduanya berhenti dan duduk-duduk sambil ngobrol.
“Saat ngobrol, pelaku kembali berkata kepada korban jika dia seorang polisi, dan korban akan dijadikan intelnya,” imbuhnya.

Sebenarnya saat itu korban tidak percaya jika pelaku adalah seorang polisi. Bahkan pelaku sempat bertanya apakah pelaku polisi betulan. Saat itu pelaku meyakinkan korban jika dirinya adalah anggota polisi dengan membuka jaket dan menunjukkan kaos yang dipakainya.

Setelah ngobrol-ngobrol, pelaku disuruh beli bensin di sekitar pos kamling tersebut kemudian diajak jalan lagi ke arah timur, tepatnya depan SMKN Kertosono. Selanjutnya pelaku disuruh mengecek warung di timur SMKN yang katanya jual miras.

Saat korban hendak berjalan mengecek warung yang ditunjuk, pelaku tegesa-gesa naik sepeda motor milik korban. Korban pun kemudian menghalangi pelaku dengan menarik jaketnya, namun pelaku mengayunkan tangannya ke belakang hingga mengenai hidung pelaku.

Korban terus melakukan perlawanan dengan menarik jaket pelaku. Ketika jaket tersebut lepas, secepat kilat korban mengambil batu bata dan dilemparkan ke arah punggung pelaku. Akan tetapi pelaku tak goyah dan terus melarikan sepeda motor korban.

“Akhirnya kejadian ini dilaporkan ke SPKT Polsek Kertosono. Setelah dilakukan penyelidikan dan pencarian selama tujuh bulan, pelaku yang sempat menghilang ini akhirnya dapat diringkus,” pungkas Dewa.

Reporter : Muji Hartono

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date