Ngaku Anggota BIN, Warga Sidoarjo Ditangkap di Perum Wilis Indah Kediri

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Personel Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri menangkap warga Jalan Raya Sedati Gede Kelurahan Sedati Gede Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, yaitu RIS alias Sandi Ari Utomo alias Abdul Aziz (42). Sandi ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan kepada SR (42) asal Desa Srikaton Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri.

Kejadian tersebut berawal sekitar Juni 2018 lalu, SR yang saat itu berada di rumahnya didatangi oleh Sandi. “Pelaku ini mengaku sebagai intel, yang dapat membantu masalah jual beli lelang ruko milik korban. Syaratnya, korban menyerahkan sejumlah uang,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar, Minggu (28/6).

Sekitar Januari atau Februari 2019, kata AKP Gilang Akbar, SR akhirnya menyerahkan uang senilai Rp 35 juga sebagai syarat pengurusan lelang jual beli ruko. Setelah mendapatkan uang tersebut, Sandi juga menawarkan satu unit mobil Avanza kepada SR.

“Pelaku ini menawarkan mobil dengan harga murah sehingga korban tertarik. Akhirnya, korban mentransfer sejumlah uang, nominalnya Rp 55 juta kepada pelaku. Namun, setelah ditunggu lama, masalah jual beli ruko tidak selesai dan mobil Avanza yang ditawarkan juga tidak pernah ada,” katanya.

Dengan demikian, SR merasa ditipu oleh Sandi dan SR mengalami kerugian materil mencapai Rp 90 juta. SR pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri. “Kami yang memperoleh laporan tersebut segera menyelidiki kasusnya,” imbuhnya.

Dijelaskan, personel Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri yang menyelidiki kasus tersebut, menangkap Sandi pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.00 WIB. “Kami menangkap pelaku yang saat itu berada di rumah kontrakan di Jalan Wilis Mukti III Perum Wilis Indah Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Sandi, dia mengaku telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut. “Modus yang dipakai, pelaku mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Dari tangan pelaku, anggota berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Kediri guna proses lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, barang bukti yang disita dari Sandi yaitu 1 pucuk senjata airsoft gun jenis revolver beserta 6 peluru, 5 buah gas gun, 1 toples berisi peluru airsoft gun, 4 buah peluru senjata api aktif jenis FN, 1 buah baju warna hitam beserta atribut, dan berbagai macam tanda pengenal LSM, Intelijen, dan Tipidkor.

Selain itu, personel Satreskirm Polres Kediri juga menyita 8 buah lencana LSM, 1 buah lencana Reskrim, 1 buah jam tangan dengan logo istana kepresidenan, 3 buah kartu ATM, 1 bendel buku rekening, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah KTP atas nama RIS, 1 buah lencana Keluarga Besar Paspampres, 1 buah lencana FBI, 1 buah KTP palsu atas nama Abdul Aziz, 2 buah KTP palsu atas nama Sandi Ari Utomo, 2 buah sim B1 umum palsu atas nama RIS, dan 2 buah sim B2 palsu atas nama RIS.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu