Nenek Sebatang Kara Ditemukan Meninggal: Mulut Tersumpal, Tangan dan Kaki Terikat

Kedirikoranmemo.com – JM alias Mbah Mentil (63) yang tinggal di salah satu lapak di lingkungan Pasar Setono Betek Kota Kediri, ditemukan tewas dengan mulut tersumpal kain, Senin (28/1). Selain mulut yang tersumpal, tangan dan kaki korban dalam keadaan terikat. Petugas Unit Reskrim Polsek Kediri Kota masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum yang dilakukan tim INAFIS Polres Kediri Kota dan diduga menjadi korban pembunuhan.

Kasat Resrim Polres Kediri Kota, AKP Andy Purnomo mengatakan, korban tergeletak di tempat tidur dengan kondisi mulut tersumpal kain. “Tangan dan kaki korban juga terikat tali dari kain. Dugaan awal, koban meninggal akibat pembunuhan. Untuk mengetahui pasti penyebab korban meninggal, jasad dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan visum,” tegasnya, saat ditemuiKoranmemo.com.

Diperkirakan, lanjut Andy, korban meninggal belum lama. Pasalnya, warga masih melihat korban berada di luar tempat tinggal pada hari Minggu (27/1) sore. Petugas menerima laporan dari warga yang curiga karena korban tidak terlihat sejak pagi hari. Warga di sekitar sering melihat korban berangkat mencari barang rongsok di sekitar pasar.

Selain melakukan pendalaman atas kasus ini, petugas juga masih melakukan penyelidikan apakah ada barang berharga milik korban yang hilang. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan warga sekitar, mengingat korban tinggal sebatang kara. Korban juga beberapa kali pindah tempat tinggal, dan baru beberapa bulan menetap di lapak tersebut.

“Kami mohon waktu untuk memberikan hasil lebih lengkap. Untuk barang berharga ada yang hilang atau tidak, masih dilakukan pemeriksaan. Sedangkan motif pembunuhan, petugas juga masih melakukan pendalaman. Untuk hasil yang lebih valid, menunggu hasil visum yang dilakukan tim INAFIS,” tuturnya.

Sementara itu, Dewi Utari (29) tetangga korban mengatakan, keseharian korban selain mencari barang rongsok, sesekali juga meminta di sekitar pasar. Korban dikenal warga sangat ramah dan paling suka dengan anak kecil. “Kemarin sore sebelum magrib, masih bersama anak saya yang kecil. Mbah Mentil memang sangat sayang dengan anak kecil dan menganggap mereka sebagai cucunya. Karena memang hidup sebatang kara,” ujarnya.

Untuk makan sehari – hari, korban sering membeli makan di warung yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Terkadang, dia diberi makanan dari warga sekitar atau orang yang bertemu di jalan saat mencari barang rongsok. Warga yang mengetahui kematian korban, sangat terkejut. Selama ini, korban tidak pernah mengeluh sakit dan terlihat sehat. Bahkan masih beraktifitas dengan normal meskipun usianya sudah senja.

Ka (70) warga yang lain menambahkan, dalam beberapa minggu ini korban mempunyai hubungan dengan seorang laki – laki yang memiliki dua orang anak. Dia sudah beberapa kali ummengingatkan korban agar tidak terlalu dekat dengan orang asing. “Dari perawakannya, laki – laki itu berusia 30. Saya sudah mencoba mengingatkan agar tidak menerima orang asing,” katanya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date