Nenek-nenek Tewas Dihantam KA

Tulungagung, koranmemo.com – Komsiyah (58) warga Desa Sumberjati Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar ditemukan tewas di jalur kereta api (KA) pada kilometer 132 antara lintas Blitar-Rejotangan masuk Dusun Jajar Desa/Kecamatan Rejotangan pada Selasa (1/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Wanita lanjut usia yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut dengan sengaja menabrakkan diri ke Kereta Api Kahuripan jurusan Blitar-Kiaracondong Bandung. Akibatnya, kepala korban pecah hingga terurai isinya dan tewas seketika.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Jumari (60) warga setempat. Ketika itu, ia sempat melihat korban berjalan dari arah utara menuju ke selatan atau hendak melintasi rel kereta api.

“Namun saat itu, saksi tidak menaruh curiga kepada wanita tersebut,” katanya.

Beberapa saat kemudian lanjut Sumaji, Jumari melihat perlintasan kereta api menyala dan membunyikan sirine tanda kereta api akan lewat. Namun ketika itu korban tidak segera menjauh dari jalur kereta api. Korban malah terlihat hanya menurunkan satu langkah ke kanan dari rel.

“Kereta api juga sudah membunyikan klakson, karena korban tak segera menghindar tabrakan pun tak terhindarkan,” katanya.

Sumaji melanjutkan, kerasnya benturan mengakibatkan kepala korban pecah hingga terurai isinya. Korban tewas seketika tepat di tengah jalur kereta api tersebut.

“Setelah kejadian, kereta api berhenti di stasiun Rejotangan dan mengabarkan kepada petugas jaga dan Polsek Rejotangan. Kemudian kereta api melanjutkan perjalanannya,” terangnya.

Masih menurut Sumaji, mendapat laporan tersebut petugas langsung mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Awalnya warga sekitar tidak ada yang mengenali korban. Namun setelah dicek sidik jarinya, korban diketahui bernama Komsiyah (58) warga Desa Sumberjati Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.

“Menurut keterangan sejumlah saksi, korban mengalami gangguan jiwa,” terangnya.

Dari hasil olah TKP, diketahui tidak ada tanda-tanda kriminal. Korban meninggal karena bunuh diri dengan menabrakkan diri ke Kereta Api.

Sumaji menambahkan, untuk pemeriksaan lebih lanjut jenazah korban dibawa ke RSUD dr Iskak. Petugas juga tengah berupaya menghubungi keluarga korban.

Disinggung apakah ada kerugian material pada kereta api, Sumaji masih belum mendapatkan informasi secara resmi. Namun menurut keterangan petugas jaga perlintasan, tidak ada kerusakan pada lokomotif kereta api. Hanya saja perjalanan Kereta Api terlambat selama 16 menit.

Reporter Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date