Nekat Takbir Keliling, Warga Harus Tes Kesehatan dan Dibawa ke Lokasi Observasi

Kediri, koranmemo.com – Polresta Kediri menggelar apel jelang Hari Raya idul Fitri 1441 Hijriyah. Apel gabungan yang digelar di Mapolresta Kediri, Sabtu (23/5) sore tersebut, dalam rangka antisipasi takbir keliling memasuki wilayah hukum Polresta Kediri.

Apel gabungan terdiri dari JPU Polresta Kediri, TNI, dan Satpol PP Kota Kediri. Untuk lokasi antisipasi takbir keliling akan menempati enam titik lokasi penyekatan bagi warga yang nekad melaksanakan tabir keliling.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana menjelaskan, pihaknya akan memberikan dua opsi bagi para warga yang nekad melakukan takbir keliling.

“Opsi yang pertama kita mengembalikan mereka ke daerah asal. Untuk opsi yang kedua, kita memeriksa kesehatan dengan membawa barang ke ruang observasi yang sudah ditentukan dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Akan ditentukan apakah mereka akan melakukan isolasi mandiri atau isolasi di tempat yang sudah disediakan,” tegasnya.

Enam titik yang dilakukan penyekatan penjagaan antisipasi takbir keliling, lanjutnya, yaitu di daerah Mojo yang berbatasan dengan Tulungagung, kemudian perbatasan dengan Kabupaten Kediri Ngadiluwih. “Penjagaan di wilayah Kecamatan Tarokan, antisipasi adanya lonjakan arus takbir keliling,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama ditiadakan takbir keliling dan dilaksanakan di rumah masing masing. “Saya mengimbau kepada keamanan personelnya, agar senantiasa menjunjung tinggi etika dengan sopan santun dalam melaksanakan tugas,” pungkasnya.

Dalam penyekatan antisipasi takbir keliling, Polresta Kediri menerjunkan personel gabungan yang disiapkan di pos-pos penjagaan sebanyak 318 personel gabungan dari Polri, TNI dan juga Satpol PP Kota Kediri.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu