Narsis Berujung Maut

Tulungagung, Memo – Dua wisatawan di lokasi wisata pantai Kedung Tumpang Desa/Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung dinyatakan hilang pada Kamis (05/05) sekitar pukul 09.30 WIB, setelah terseret ganasnya ombak.  Keduanya adalah Muhammad Erik (25) warga Desa Sembungharjo Kecamatan/Kabupaten Semarang  dan Khoirul Imam (25) warga Desa Jamus Mranggen Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Untuk menghindari jatuhnya korban lagi, Polsek Pucanglaban memasang police line disekitar tempat kejadian perkara (TKP), menutup lokasi wisata tersebut hingga jangka waktu yang tidak ditentukan.

Petugas memasang police line di lokasi dimana kedua wisatawan terjatuh akibat digulung ombak di Pantai Kedung Tumpang (deny/memo)
Petugas memasang police line di lokasi dimana kedua wisatawan terjatuh akibat digulung ombak di Pantai Kedung Tumpang (deny/memo)

Joko Budianto, salah satu korban yang selamat dalam musibah ini mengatakan, dirinya bersama tujuh orang temannya dari Jawa Tengah datang ke pantai Kedung Tumpang sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (5/5). Kemudian menikmati pemandangan di bagian karang kedung tumpang sampai sekitar pukul 09.30 WIB. Karena merasa sudah bosan, akhirnya empat temannya memilih untuk naik ke lokasi parkir dan bersiap menuju lokasi selanjutnya.

Sementara itu, Joko bersama tiga orang lainnya, yakni Khoirul Imam (25) dan Muhammad Erik (25) serta Imam Wahyudi (25) warga Demak masih berada di area karang untuk berfoto. Kemudian Joko meminta Erik untuk mengambil foto dirinya dengan background deburan ombak. Namun ombak yang ditunggu tunggu malah membuat dirinya bersama dengan Erik dan Khoirul Imam jatuh ke laut bebas. “Dua teman saya terjatuh ke laut bebas setalh diterjang ganasnya ombak,” ungkapnya.

Joko melanjutkan, sedangkan Imam Wahyudi bisa selamat, karena setelah diterjang ombak Imam Wahyudi langsung jongkok dan berpegangan pada sebuah karang. Selama 15 menit dirinya bertahan dari amukan ombak yang terus membenturkan dirinya ke karang, hingga kaki dan tangan serta kepala menderita luka lecet. Beruntung saya segera mendapat pertolongan dari anggota pokdarwis yang berjaga di sekitar lokasi.

“Untuk dua orang teman saya hingga saat ini belum ditemukan, petugas gabungan masih melakukan pencarian dilokasi,” terangnya.

Sementara itu menurut ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Adi Sucipto mengatakan, dirinya sudah menghimbau agar pengunjung tidak selfie di bibir karang. Sebab saat ini ombak sedang tinggi tingginya. “Kami sudah memberikan tanda larangan bahaya agar para pengunjung tidak terlalu dekat dekat lokasi. Sebab saat ini ombak masih terlihat ganas dan berbahaya,” ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Pucanglaban AKP Reta Hardiana mengatakan, untuk saat ini petugas gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD Tulungagung, Polsek Pucanglaban, dan Koramil 0807/19 Pucanglaban, yang dibantu oleh Pokdarwis setempat, masih melakukan pencarian dilokasi jatuhnya korban. “Pencarian dilakukan dengan menyisir daerah bibir pantai, dengan mengerahkan semua personil,” ujarnya.

Reta menjelaskan, kendala yang dihadapi saat ini dalam proses pencarian yakni ombak yang masih besar. Kondisi tersebut mengakibatkan petugas hanya melakukan pencarian di sekitar bibir pantai. “Pemasangan police line selain mengamankan lokasi kejadian serta bertujuan untuk sebagai pembatas agar para wisatawan tidak mendekat ke lokasi,” ungkapnya.

Reta menambahkan, hingga sore kemarin (Jum’at – 06/05 ) kedua korban belum diketemukan. Rencananya, tempat wisata akan ditutup sementara waktu selama proses evakuasi. Hal itu bertujuan, agar tim yang melakukan evakuasi tidak terganggu dengan keberadaan pengunjung. “Pokdarwis sudah hafal karakter ombak di lokasi itu, makanya kami berharap agar seluruh pengunjung mematuhinya demi keselamatan. Dan hingga sore ini (kemarin- Red) kedua korban belum bisa ditemukan,” jelasnya. (den/Jb)

 

Follow Untuk Berita Up to Date