Nakes Rentan Terpapar Covid-19 Saat Bertugas, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tidak sedikit dari tenaga kesehatan (nakes) selama pandemi Covid-19 turut terpapar virus tersebut. Salah satu nakes asal Kediri yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Kalimantan Timur, gugur setelah kurang lebih 10 hari dirawat secara intensif karena terpapar Covid-19.

Adanya fenomena ini membuktikan bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh nakes setiap melaksanakan tugas, tidak menutup kemungkinan tetap terpapar Covid-19. Menanggapi hal ini, Direktur Rumah Sakit (RS) Amalia, Pare, Kabupaten Kediri, dr. Indradi Pramudya menilai ada beberapa kemungkinan sehingga nakes terpapar virus yang disebut corona.

Menurutnya, terpaparnya nakes merupakan hal yang menjadi misteri, karena tidak pernah tahu kapan dan dimana nakes terpapar virus. “Bisa saja nakes sudah membawa dari rumah, atau saat menjalankan tugas. Misalnya kurang memperhatikan jarak saat istirahat,” ujarnya, Jumat (4/9).

Terkadang, kata dr. Indradi, saat melepas baju atau APD kurang memperhatikan protokol dan urutannya. Melepas APD harus berada di lokasi khusus, bagian mana saja yang dilepas terlebih dahulu, karena APD yang digunakan saat bertugas terdiri beberapa bagian. Nakes harus melaksanakan sesuai dengan urutan, apabila salah satu urutan dilewati, ini dapat menambah kemungkinan nakes terpapar virus.

Dokter Indradi menjelaskan, melepas APD tidak boleh sembarangan, mengingat ukuran virus yang sangat kecil dan mampu bertahan di udara sehingga muncul kemungkinan saat melepas dan nakes tidak memperhatikan protokol, maka virus menempel pada tubuh. “Kan tidak sama dengan melepas baju, APD harus dilipat. Bagian mana dulu yang harus dilipat, bagian APD mana saja yang harus disemprot terlebih dulu. Jadi ini salah satu penyebab mengapa nakes banyak yang terpapar virus corona,” jelasnya.

Selain itu, dr. Indradi mengatakan, dengan tugas dan jadwal yang padat, sistem kekebalan tubuh nakes rentan menurun. Ini lantaran, penanganan Covid-19 cukup menguras tenaga bahkan tingkat stress seseorang dapat meningkatkan. “Covid ini kan cukup membuat stress, jadi cukup mempengaruhi. Kalau merasa terbebani, sistem imun juga terpengaruh. Ini masih di luar faktor-faktor komorbit ya atau penyakit penyerta (penyakit bawaan),” ucapnya.

Terkait penggunaan APD, kata dr.Indradi, beberapa perusahaan mulai memproduksi APD yang bisa digunakan kembali (reused). “Namun, sampai pelatihan terakhir yang diikuti, penggunaan APD lebih baik satu kali pakai, tidak reused. Ini memang lebih safety (aman), kalau dikaitkan dengan anggaran RS, pasti membengkak. Tapi, lebih baik dan lebih aman, APD itu satu kali pakai,” tuturnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu