Musnahkan Ribuan Narkoba, Ini Peringatan Kapolrestabes Surabaya Bagi Pengedar

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya bersama Polsek Jajaran menggelar pemusnahan barang bukti (BB) yang diadakan bertempat di halaman Mapolrestabes Surabaya. Sejak bulan Januari sampai Mei 2020 terhitung 6 bulan berhasil mengungkap 500 kasus, dan menangkap 693 tersangka masing-masing antara lain, 652 tersangka laki-laki dan 41 tersangka lainnya perempuan.

Selain itu, sejak bulan Desember 2019 sampai dengan Mei 2020 mengungkap sebanyak 27 kasus dan menangkap 46 tersangka antara lain, 43 tersangka laki-laki hingga 3 tersangka lainnya perempuan.

Berikut barang bukti (BB) yang disita petugas yakni, 145 kg, dan 274 gram sabu, extacy 22.191 butir, happy five 4.280 butir, xanax 36 butir, dan jenis pil double L sebanyak 6.585.495 butir, keytamin 14 botol, serta obat keras berbahaya (okerbaya) sebanyak 43 ribu butir dimusnahkan hasil ungkap operasi sejak bulan Januari sampai Juni 2020.

Selama operasi sejak bulan Desember 2019 sampai dengan Mei 2020 petugas menyita BB narkoba seberat 144 kg, dan 401 kg jenis sabu-sabu, extacy 20.499 butir, serta happy five 3.992 butir, 6.212.110 butir pil double L, hingga Okerbaya sebanyak 43 ribu butir juga turut dimusnahkan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan pihaknya akan tetap terus memerangi terhadap bahaya narkoba. Artinya, ada beberapa medan pertempuran dan secara segi aspek promotif dan preventif untuk mengedukasi memperkuat daya tangkal dari masyarakat.

“Kita pasti akan melibatkan semua untuk pembentukan Kampung Tangguh Semeru Jogo Suroboyo Bebas Narkoba yang merupakan daya dari pada satu kesatuan,” ujarnya saat diwawancarai wartawan usai pemusnahan, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, dengan nanti telah terbentuk Kampung Tangguh Semeru Jogo Suroboyo Bebas Narkoba untuk memperkuat daya tangkal aspek sisi edukasi dalam pencegahan. Demikian, lanjutnya terkait represif penegakan hukum tetap melakukan proses penyelidikan dan juga bekerjasama dengan pihak BNN maupun Ditresnarkoba Polda Jatim.

“Karena peredaran narkoba ini sifatnya jejaring, dan barang tentu tidak mungkin kita hadapi bersama kalau tidak dengan jejaring,” tutur Kombes Pol Isir kepada koranmemo.com.

Disampaikan, setelah jaringan aparat penegak hukum sudah terbentuk, untuk titik fokus mengungkap peredaran narkoba harus dilakukan kolaborasi dengan maksimal. “Jumlah ribuan barang bukti narkoba kalau di rupiahkan ada sekitar lebih ratusan milyar rupiah,” sambung Kombes Pol Isir.,

Dikatakan, begitu juga Surabaya yang masih sebagai transit peredaran narkoba, maka ini sekarang bukan menjadi daerah transit, tapi sudah sebagai daerah tujuan. Bahkan, narkoba sifatnya menyentuh, melemahkan, dan mengancam generasi bangsa. Oleh sebab itu maka tetap kita tabuh genderang secara perang melawan narkoba, atau perang tanpa henti melawan narkotika,” imbuhnya.

Jadi, sambungnya ditangkap satu, muncul lagi satu, tangkap lagi muncul lagi dan itu terus, maka kita harap untuk meningkat integritas bersama agar dapat mengungkap. Maka, Kombes Pol Isir menegaskan kalau ada perlawanan harap berikan tindakan tegas, keras, tetap, dan terukur bagi para pelaku pengedar narkoba itu,” tandasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu