Musnahkan Ribuan Narkoba dan Miras

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Satu Kilogram ganja, 40 ribu butir pil double L, 1000 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dan beberapa jerigen miras oplosan dimusnahkan di halaman Mapolresta Sidoarjo, Senin (15/08/2017).

Rangkaian giat tersebut dihadiri Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Bupati Sidoarjo H. Syaiful Ilah, Kajari Sidoarjo H. Sunarto, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo, AKBP Indra Brahmana, Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo Hambali Zuhdi dan Ormas-ormas.

Hal tersebut sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun RI Ke-72. Pemusnahan barang bukti ratusan botol miras berbagai macam merk dan Narkoba merupakan hasil ungkap kasus selama bulan Januari sampai Juli 2017

 “ Ini sesuai dengan instruksi Presiden dan Kapolri dalam pengungkapan terhadap peredaran miras dan narkoba, ” ucap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji kepada awak media.

Dikatakannya, barang bukti yang dihasilkan tersebut merupakan hasil giat pasukan selama 6 bulan.

Selain itu, pihaknya berharap agar narkoba tidak sampai masuk ke kalangan pelajar. Dan ini merupakan program Save Our Student (SOS).

“Polresta Sidoarjo memiliki program save our student, selain dibidang lalu lintas juga ada program pencegahan narkoba dan media sosial,” tegasnya.

Tiga bidang ini, lanjut Kapolresta, akan kami lakukan edukasi secara masif agar peredaran narkoba dikalangan pelajar tidak sampai terjadi.

Sementara itu, Kepala BNNK Sidoarjo, AKBP Indra Brahmana menyatakan untuk memerangi narkoba dan miras khususnya di Sidoarjo bukan hanya petugas saja namun peran dari masyarakat juga dibutuhkan. “ Sinergitas dalam memerangi peredaran narkoba dan miras antara pihak terkait sangat diperlukan, ” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo, H. Syaiful Ilah disinggung terkait  adanya oknum pejabat PNS yang terjerat dalam perkara narkoba, akan memberikan punishment. Dan untuk penindakan selanjutnya akan diserahkan sepenuhnya kepada Inspektorat Kabupaten Sidoarjo. “Pasti ada punishment, tetapi Inspektorat yang akan mengurusnya,” pungkasnya.

Reporter: Yidhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.