Musnahkan Barang Ilegal, Temukan Kiriman Topi Berlambang Palu Arit

Share this :

Kediri, Koranmemo.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri memusnahkan ribuan barang ilegal, Kamis (14/9) siang. Ribuan barang ilegal yang merupakan barang sitaan mulai 2015 sampai dengan 2016 di musnahkan dengan cara dibakar. Dari beberapa barang ilegal itu, terdapat satu topi berlambang logo palu arit yang diketahui akan dikirim di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Turanto Sih Wardoyo, Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri mengatakan, barang yang di musnahkan ini merupakan barang yang sudah melalui beberapa mekanisme sebelum akhirnya di musnahkan. Pasalnya, terdapat ribuan barang ilegal lainnya yang saat ini masih dalam proses sebelum akhirnya di musnahkan.

“Ada tiga fase untuk menangani barang ilegal. Pertama dimusnahkan, dilelang, atau diserahkan kepada instansi terkait. Itu ada prosesnya sebelum ditentukan barang itu mau diapakan,” jelasnya dalam sambutan.

Dijelaskan, dari beberapa barang yang dimusnahkan diantaranya adalah hasil sembilan kali penindakan di bidang bea cukai barang yang menjadi milik negara (BMN) yakni 179.192 batang rokok tanpa pita cukai baik berupa sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM). Minuman yang mengandung Etil Alkoh (MMEA) ilegal sebanyak 75 botol atau kemasan 46,26 liter dan pita cukai MMEA palsu sebanyak 540 keping.

Sedangkan BMN hasil penindakan atas kiriman pos yang merupakan barang termasuk larangan dan pembatasan (Lartas) sebanyak 71 kali penindakan, diantaranya 52 unit sex toys, enam unit ponsel, 200 picis optik, 41 DVD porno, 1040 butir obat-obatan, 91 kosmetik, dan sebuah topi berlambang palu arit. Dengan dimusnahkannya ribuan barang ilegal ini, total kerugian hampir mencapai Rp 150 juta.

“Untuk yang topi ini kami masih melakukan komunikasi untuk mengetahui pengirimnya. Sedangkan untuk penerima berdasarkan alamat akan dikirim ke wilayah Nganjuk. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan unsur politis. Hanya untuk trend saja,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Sementara, Suhartono Anton S Wakil Kepala Kantor Pos Kota Kediri mengatakan, sebagai prosedur pemeriksaan pihaknya mempunyai kewenangan untuk membuka paketan yang berasal dari luar negeri. “Memang ada kewajiban. Kecuali barang dari dalam negeri atau antar kota, tidak ada wewenang untuk membukanya. Kecuali kalau barang itu di curigai,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat pengiriman barang dari luar negeri cenderung tinggi. Setiap harinya, pihaknya menerima pengiriman dari luar negeri sebanyak 75 kiriman. “Itu kiriman yang kami terima dari berbagai negara. Kalau untuk barang yang disita ini, mayoritas dari China,” kata Anton.

Disinggung mengenai pengiriman topi itu, pihaknya mengaku sudah memanggil pihak penerima serta memberikan edukasi. Diakuinya, pemesan ini tidak ada maksud, dan hanya mengikuti trend saja. “Sudah kami panggil dan kami berikan arahan. Memang dia (pemesan) tidak mengerti, dan hanya mengikuti trend saja,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz