Musim Panen, Harga Mangga Anjlok

Kediri, koranmemo.com – Pedagang yang berada di Pasar Buah Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, mengaku harga mangga saat ini sangat murah jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Bahkan, pembeli hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 2.000 sudah bisa membawa pulang mangga satu kilogram.

Salah satu pedagang mangga, Aripah mengatakan, sebulan terakhir memasuki musim mangga sehingga para pemilik kebun sedang panen. “Iya, kalau lagi musim seperti ini memang turun harganya, bisa turun 50 persen dari harga normal. Mangga jenis madu dan kopyor biasanya dijual Rp 4.000 per kilogram, ini hanya Rp 2.000 saja,” tuturnya, Rabu (20/11).

Di pasar buah Kecamatan Banyakan, lanjutnya, pedagang menjual berbagai jenis mangga bahkan pada tengkulak dari daerah lain banyak yang mengambil mangga di sini. “Ada yang dari Jombang, Tulungagung, kadang dari Malang juga ke sini. Kalau ambilnya banyak, harganya masih bisa turun lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Siti, pedagang lainnya mengaku menjual mangga dengan harga murah karena stok dari kebun cukup melimpah. Di lapak miliknya, ada tiga jenis mangga yang dijual, seperti mangga manalagi, golek, dan podang. Dari ketiga jenis mangga ini, mangga manalagi dijual paling mahal.

Mangga manalagi dijual dengn harga Rp 5.000 per kilogram, padahal untuk harga normal dijual Rp 7.000 per kilogram. Untuk mangga golek yang sebelumnya dijual Rp 6.000 menjadi Rp 4.000 per kilogram, dan mangga podang dari harga Rp 4.000 menjadi Rp 2.500 per kilogram. “Masih turun, tapi kalau barangnya sudah mulai sulit, sebentar naik lagi,” ucapnya.

Nadi, pedagang lainnya, dari beberapa jenis mangga, harga yang masih cukup tinggi yaitu mangga jenis gadung. Jika rata-rata harga mangga di bawah Rp 5.000 per kilogram, mangga gadung dijual dengan harga Rp 7.000 per kilogram. “Kalau normalnya ya dijual Rp 10.000 per kilogram. I I karena lagi musim mangga, jadi harganya turun,” katanya.

Meskipun harga mangga saat ini turun cukup drastis, namun para pedagang mengaku harus berhati-hati jika ingin membeli dari tengkulak. Terkadang, mangga yang ditawarkan ada yang masih belum matang, padahal saat pedagang membeli mangga sudah menentukan harga untuk mengembalikan modal.

Beberapa pedagang juga menemukan dalam satu wadah, ada mangga yang berukuran lebih kecil dari pada yang ditaruh di luar wadah. “Namanya orang jualan, pasti ingin untung. Kami juga harus pandai menentukan harga, kalau dirasa cukup mahal, mending tidak usah ditawar karena di tengah wadah ada yang masih belum matang atau banyak yang kecil,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date