Musim Kemarau, Warga Mbadut Sebagian Tinggalkan Huntara Balik ke Rumah Asli

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Memasuki musim kemarau saat ini,  warga Dukuh Badut Dusun Besuki Desa Jugo Kecamatan Mojo yang menghuni hunian sementara (Huntara) di tepi jalan Desa Jugo Kecamatan Mojo, minggu ini sebagian balik lagi ke rumah aslinya. Namun ada juga beberapa ibu rumah tangga yang masih bertahan.

Alasan mereka memilih balik ke rumah aslinya karena saat ini musim kemarau dan menggarap ladang ataupun sawahnya. Di huntara terlihat sepi karena yang pria kembali berladang dan bekerja di sawah. Huntara tersebut tetap dihuni jika malam hari dan di rumah asli mereka lebih tenang karena bukan musim hujan.

Warga ini sebelumnya pindah karena kondisi bukit yang ada di atas rumah mereka terlihat retak saat memasuki musim hujan. Karena rasa khawatir itulah akhirnya mereka mau tinggalkan rumah saat musim hujan tiba. Karena mereka ingin aman dan demi keselamatan keluarga.

Slamet Turmudi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan pantauan bersama tim untuk mengetahui situasi dan kondisi saat ini. Secara umum kondisi huntara masih tertata dan dipelihara rapi oleh warga. Mereka juga ada yang membuka usaha jualan gorengan.

“Kita memastikan bahwa kondisi mereka tidak bermasalah selama menempati huntara dan mematuhi protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19. Mereka tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas di kebun ataupun di rumah,” ujarnya.

Slamet mengimbau kepada warga untuk tetap hati-hati ketika di di tempat asli. Jika kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk ditempati ada baiknya tetap di Huntara. Ini untuk kebersamaan dan keselamatan. BPBD Kabupaten Kediri setiap saat lakukan pantauan ke lokasi untuk koordinasi jika ada persoalan alam.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu