Motor Dipepet Hingga Jatuh ke Jurang, Siswi SMA di Nganjuk Nyaris Jadi Korban Perkosaan

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Tom (27) warga Desa Tiripan Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk, diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk setelah menerima pelimpahan perkara dari Unit Reskrim Polsek Ngetos.

Dia diduga melakukan percobaan perkosaan terhadap sebut saja namanya Bunga (17) pelajar sebuah SMA, saat pulang sekolah di pinggir jalan wilayah hutan Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.Informasi yang dihimpun koranmemo.com, kejadian berawal saat korban pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor ke arah selatan. Ketika sampai di dam sungai Desa Bendungrejo Kecamatan Berbek, korban diikuti oleh laki-laki tak dikenal.

Orang tak dikenal yang belakangan diketahui berinisial Tom ini, membuntuti korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam setrip hijau, namun nopol tidak diketahui.

Sesampainya di jalan hutan wilayah Desa Suru Kecamatan Ngetos, sepeda motor korban dipepet oleh pelaku, dan berakibat korban jatuh terperosok ke jurang. Selanjutnya pelaku memarkir kendaraannya dan menghampiri korban.

“Pelaku kemudian menindih korban, dan mencekik leher korban lalu mengancam akan dibunuh jika tidak mau diajak berhubungan badan,” ujar AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Rabu (18/3/2020).

Namun belum sampai menyetubuhi korban, lanjut Sudarman, kejadian tersebut diketahui oleh warga yang lewat, sehingga pelaku ketakutan dan lari. “Korban ditolong warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa, dan diteruskan ke Polsek Ngetos,” ungkapnya.

Usai mendapat laporan, petugas Polsek Ngetos langsung mencari keberadaan pelaku. Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan korban, akhirnya petugas dapat meringkus pelaku di rumahnya.

“Menurut keterangan pihak keluarga, pelaku ada riwayat gangguan jiwa, depresi sejak diputus pacar,” papar Sudarman.

Namun petugas tidak serta merta percaya begitu saja, atas keterangan dari pihak keluarga jika pelaku pernah dibawa ke Puskesmas Rejoso. Kemudian petugas minta keterangan ke Puskesmas Rejoso.

“Ternyata benar, pelaku pulang dari Puskesmas Rejoso pada bulan November 2019, dan sampai hari ini pelaku tidak pernah kontrol,” pungkas Sudarman.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu