Motif Asmara, Wanita Ini Nekad Selundupkan Sabu dalam Kondom ke Rutan Trenggalek

Trenggalek, Koranmemo.com – Entah apa yang ada dalam benak Nia Kusumaning Asty (32), seorang pembesuk narapidana yang sebelumnya diamankan Polres Trenggalek karena nekat menyelundupkan sabu ke Rutan Klas II B Trenggalek melalui kondom. Aksi nekat itu rupanya dipicu motif asmara terhadap sang kekasih yang sebelumnya telah menghuni hotel prodeo.

Pengakuan itu terungkap dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Rabu (6/11). Kepada petugas, ia mengaku nekat menyelundupkan sabu seberat 1,16 gram atas permintaan sang kasih bernama Onky Santoso (29) yang kini menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Trenggalek. “Keduanya memang memiliki hubungan spesial, teman dekat,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvin Simanjuntak.Kedekatan keduanya rupanya dimanfaatkan oleh WBP Onky yang beberapa bulan lalu baru dilayar dari lembaga pemasyarakatan (lapas) lain. Dengan berbagai dalih dan janji, akhirnya perempuan asal Nganjuk itu berani berbuat nekat. “Awalnya tersangka N (Nia) khawatir akan dijebak oleh narapidana O (Onky). Setelah diyakinkan, akhirnya transaksi itu pun terjadi,” imbuhnya.

Tak tanggung-tanggung, untuk mengelabuhi pemeriksaan petugas, Onky meminta Nia untuk menyimpan sabu tersebut ke bagian area sensitifnya. Namun niat itu diurungkan Nia sehingga dia menyimpan sabu tersebut ke dalam kondom dan menyelipkannya ke kaos kaki sepatu yang dikenakannya. “Pengakuannya seperti itu, namun diurungkan,” katanya.

Nia tak berpikir panjang ketika mendapatkan permintaan sang kekasih untuk mengantarkan sabu ke Rutan. Yang ada di benaknya, mereka akan segera hidup bersama karena sesuai masa hukuman Onky Santoso bakal bebas pada 9 November 2019 ini. Namun impian itu sirna, karena ia dan kekasihnya menghuni hotel prodeo. “Kembali mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Rencana penyelundupan sabu itu bukan tanpa perencanaan. Mereka sebelumnya telah bertemu saat jam besuk di Rutan sebanyak tiga kali. Narapidana Onky menjadi otak di balik upaya penyelundupan barang terlarang tersebut. Mereka mendapatkan barang haram itu dari inisial G yang kini menjadi buronan. “Jadi narkoba itu di suplai dari G, sudah kami tetapkan DPO,” jelasnya.

Mereka berkomunikasi dengan telepon seluler yang sudah disita petugas Rutan. Kepada petugas, Onky berdalih mendapatkan ponsel itu dari WBP lain yang sudah bebas. Namun ketika ditelusuri alamat yang diakukan Onky fiktif. Bukti percakapan itu juga ditunjukkan petugas dalam konferensi pers tersebut. “Ada 10 kali bukti percakapan, komunikasi pakai handphone,” katanya.

Ditambahkan, tersangka Onky memesan barang kepada DPO G melalui ponsel seluler. Kemudian diantarkan oleh Nia dan diambil WBP lain bernama Muhamad Saparudin (30) yang menghuni satu sel dengan Onky. “Di pertemuan sebelumnya, mereka memberi uang ke N sebesar Rp 300 ribu. Kemudian memesan sabu Rp 1 juta kepada G yang nantinya dibayar setelah bebas,” pungkasnya.

Kepala Rutan Klas II B Trenggalek, Dadang Sudrajat mengatakan, selain menyita handphone milik Onky, pihaknya juga menemukan ponsel lain yang sengaja dibuang di septic tank. Pihak rutan mengaku sering melakukan razia secara rutin untuk mencegah barang terlarang masuk ke rutan. “Sering hampir setiap saat. Tapi mereka selalu beralibi ketika kami temukan, ada yang dibuang di WC juga,” jelasnya.

Selain berencana menambah petugas perempuan dan menggelar tes urin secara rutin, Dadang menyebut juga akan menyinkronkan kamera pengawas di rutan dengan Polres Trenggalek sehingga pengawasan juga dapat dilakukan pihak Polres. “Ini sedang kami bahas dengan Polres,” pungkasnya saat konferensi pers di Mapolres Trenggalek di waktu yang sama.

Sebelumnya pihak rutan menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dibawa pembesuk pada Selasa (29/10). Penggagalan transaksi ini bukan pertama kalinya dilakukan pihak rutan. Dadang mengaku juga sering menemukan adanya upaya penyelundupan pil dobel L yang sengaja dilempar dari luar rutan. “Selama saya disini hampir 2 tahun sudah dua kali ini. Ada juga yang sengaja di lempar dari luar, tapi kami gagalkan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date