Modus Baru Penyelundupan Narkoba di Tulungagung, Gunakan Krupuk dan Baskom Modifikasi

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Satreskoba Polres Tulungagung berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Kelas IIB Tulungagubg pada Rabu (21/10) siang. Penyelundupan tersebut tergolong dalam motif baru yang pernah dijumpai Polres Tulungagung yakni dengan memanfaatkan krupuk pasir, baskom yang sudah dimodifikasi serta bungkus rokok.

Kasatresnarkoba Polres Tulungagung AKP Andri Setya Putra, mengungkapkan upaya penyelundupan itu dilakukan oleh Farid Tahta Kurniawan terbilang cerdik, pasalnya menurut Andri, jika saja saat itu petugas tidak teliti, diyakini penyelundupan tersebut bisa berhasil. Pelaku berusaha menyelundupkan dua pocket sabu seberat 5,26 gran dan 5,28 gram dengan cara ditempelkan pada kerupuk pasir serta ditutupi dengan kerupuk lain, sehingga terkesan kerupuk tersebut menumpuk.

“Kecurigaan petugas berawal dari sebuah paket nasi, dan setelah diperiksa di dalam paket ditemukan sebuah pipet. Setelah dilakukan  pendalaman, sempat mengalami kesulitan menemukan barang bukti lain. Tapi setelah dicek secara teliti akhirnya kami bisa mendapatkan sabu tersebut yang menempel pada krupuk menjadi satu,” ungkap Andri, Kamis (22/10).

Tak hanya menggunakan krupuk, modus pelaku untuk mengelabuhi petugas juga menggunakan baskom yang sudah dimodifikasi. Pelaku sengaja menumpuk baskom dari plastik menjadi satu. Namun di sela-sela dua baskom inilah terselip paket psikotropika berupa 20 butir clonazepam, 19 butir pil Aplhazolam dan 24 butir pil jenis alganax.

Baca Juga: Dana Penanganan Covid-19 di Pemkab Ponorogo Menipis

“Di baskom ini juga sekilas tidak terlihat ada kejanggalan. Bahkan petugas bisa saja kecolongan kalau tidak benar-benar teliti. Setelah diperhatikan dengan seksama, rupanya baskom ini sudah dimodifikasi. Jadi sebenarnya ini merupakan dua baskom yang menumpuk jadi satu. Disini ada 63 pil,” paparnya.

Tidak berhenti di situ saja, petugas tidak hanya melakukan penggeledahan semua paket makanan yang dikirim pelaku. Namun petugas juga menggeledah paket lain termasuk salah satunya yakni bungkus rokok. Di dalam bungkus rokok ini polisi lagi-lagi menemukan paket jenis sabu seberat 5 gram. Di dalam paket ini, pelaku juga menggunakan cara yang cerdik agar bisa mengelabuhi petugas. Pasalnya, secara kasat mata dilihat paket rokok tersebut masih tersegel rapi seperti baru. Namun saat dilakukan pemeriksaan, rupanya rokok sudah terpotong separuh agar dalamnya bisa diisi sabu.

“Rokoknya masih utuh berisi 12 batang. Tapi rupanya dipotong setengah agar bisa dimasuki sabu itu. Saat ini kami masih lakukan pendalaman untuk   mengungkap pelaku lainnya,” terangnya.

Kendati demikian, percobaan penyelundupan sabu tersebut juga terbilang aneh usai pihak kepolisian mencoba untuk mendalami kasus. Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku sama sekali tak mengenal dengan warga binaan lapas yang hendak dikiriminya makanan. Disamping itu juga, pelaku kurir barang haram itu juga tidak mengenal pengedar sabu yang memerintahkannya mengirim paket tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang, KAI Perpanjang Pesan Tiket

“Antara pelaku dan warga binaan ataupun sebaliknya, mereka sama-sama tidak kenal. Jadi sistem yang mereka gunakan yakni sisten ranjau. Hal itu berarti si kurir(pelaku) mengambil barang pada drop point untuk diantarkan ke tujuan,” jelasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini pelaku bersama barang bukti masih diamankan di Mapolres Tulungagung. Pelaku diancam dengan hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Achmad Saichu