Mitun, Satu-satunya Penumpang Selamat Laka Maut KA Matarmaja

Share this :

Sembari Lari Teriakan Nama Allah

Keberuntungan nampaknya masih berpihak pada Mitun (58) warga Jalan Jeruk No 35 Dusun/Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Bagaimana tidak, Mitun adalah satu-satunya penumpang yang selamat saat mikrolet nopol AG 354 UP tersambar kereta api Matarmaja di perlintasan Jalan Bakung Kelurahan/Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Sabtu (22/10) lalu.
———-
Ditemui Koran Memo di rumahnya kemarin, Mitun tampak sehat. Namun gurat sedih dan trauma masih terlihat di wajahnya. Sejurus kemudian, perempuan yang bekerja di salah satu pabrik.rokok itu bercerita tentang peristiwa tragis yang dialaminya.

Di hari nahas itu, Mitun berangkat kerja naik mikrolet. Padahal biasanya, dia diantarkan oleh Hari Ningsih, anaknya. Dia berangkat bersama Asiyah (65) kakaknya yang ikut menjadi korban tewas dalam kecelakaan itu.  “Saben dinten kulo dijujukke anak kulo ingkang mbarep pas nyambut damel, tapi amergi dinten niku putu kulo rewel, kulo ngalahi numpak angkot karo mbak yu kulo (Tiap hari saya selalu diantar anak saya yang pertama saat bekerja, tetapi pada saat itu saya mengalah naik angkot bersama kakak saya,red),”ucap Mitun.

Mitun bercerita, ketika itu, ia tak merasakan hal yang aneh ataupun firasat buruk. Namun di sela perjalanan sebelum peristiwa nahas itu terjadi, kakaknya sempat memintanya duduk dekat dirinya. “Tun lungguh kene lo sandingku, timbang ndek kunu kenek angin (Tun duduk disini sebelahku, daripada disitu terkena angin,red),”ujar Mitun menirukan ucapan terakhir kakaknya.

Memang saat itu Mitun duduk lurus dengan pintu keluar. Di sebelah kanannya ada Paini (63) dan di sebelah kirinya ada Sumarsih (65). Kemudian di pojok belakang depan bangku Mitun ada Asiyah, kakaknya. “ Mbakyu kulo muni ngoten, kulo sauri emoh mbak aku ndek kene ae, esis, jatukno nek aku sido pindah, wes embohlah piye nasibku.(Kakak saya bilang begitu, saya bilang saya disini saja enak sejuk. Untung saja kalau saya jadi pindah, tidak tahu nasib saya gimana,red),”ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sesampainya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu, mobil yang dikemudikan Slamet (60) berhenti tepat di tengah. Slamet yang mengetahui ada kereta datang dari barat ke timur segera memberitahukan kepada penumpang. Sontak saja seisi angkot itu dibuat panik dan tak tahu harus berbuat apa. “Kulo ndeleng kreto teko kulon langsung nyebut, Ya Allah.. ya Allah, terus pripun critanya kulo lali,  ngerti-ngerti kulo pun di luar angkot kambek mlayu kepoyoh-poyoh, karo yyebut asmane Gusti Allah. Let dilut, brakk, mikrolet e ditabrak, keseret terus kobong, kulo nangis nak delok mbak yuku ditabrak sepur trus kobong ( Saya melihat kereta datang dari barat, kemudian saya lansung menyebut Ya Allah.. ya Allah. Setelah itu saya lupa bagaimana ceritanya. Setahu saya saya sudah ada dill luar angkot dan lari terbirit-birit sambil menyebut nama Allahn Beberapa saat kemudian angkot yang saya tumpangi tertabrak kereta kemudian terseret dan terbakar. Menangis saya melihat kakak saya masih berada di dalam,red),”ucapnya sembari meneteskan air mata.

Mitun tak pernah menyangka,  kakaknya meninggal secara tragis seperti itu. Nenek empat cucu dan satu buyut itu mengatakan, Asiyah adalah sosok orang yang baik. Ia merupakan seseorang yang banyak mengajarinya bekerja di pabrik rokok tersebut. “Kulo nggeh seng marai mbak yu kulo niku, lha wong kulo kerja dadi buruh pabrik rokok ket umur 14 tahun (Saya yang ngajari kakak saya itu, Saya saja jadi buruh pabrik rokok dari umur 14 tahun,res),”jelas istri Agus Suyatno itu.

Kendati demikian, ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur masih diberikan kesempatan hidup. Dengan sedikit terbata-bata ia mendoakan, almarhumah kakaknya supaya dipermudahkan jalannya dan ditempatkan di tempat yang layak. “Namine musibah gak enek seng weruh ngger. Saman seng ngati-ngati, ojo lali tetep dungo karo seng menehi urip (Namanya musibah tidak ada yang tau nak. Yang terpenting tetap berhati-hati, dan tidak lupa berdoa kepada yang memberi kehidupan,red),”pungkasnya.(angga prasetya)

 

Follow Untuk Berita Up to Date