Minimalisir Sampah Muara Empat Sungai di Jembatan Bendorejo

Trenggalek, Koranmemo.com – Ratusan petugas gabungan bersama relawan dan masyarakat membersihkan Sungai Ngasinan, tepatnya di Jembatan Bendorejo Kecamatan Pogalan, Jumat (15/11). Jembatan yang menjadi muara pertemuan empat sungai tersebut sering di tumpuki sampah sehingga menyebabkan banjir saat volume air meningkat di musim penghujan.

Berkaca pada tahun sebelumnya, sampah sering menumpuk di sekitar jembatan yang membelah aliran sungai dekat muara pertemuan empat sungai besar dari wilayah Kecamatan Tugu, Karangan, Kampak dan Kecamatan Bendungan. “Muara empat sungai itu bertemu sebelum Jembatan Bendorejo ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan, BPBD Trenggalek, Agung Widodo.

Penumpukan sampah di Jembatan Bendorejo, lanjut Agung disebabkan banyak faktor. Selain muara dari empat sungai, sekitar jembatan tersebut banyak ditumbuhi tanaman bambu di pinggir sungai sehingga rawan hanyut saat terjadi banjir. “Jembatan ini banyak kaki-kakinya, sangat mungkin tersangkut. Makanya kami antisipasi sedini mungkin,” ujarnya.

Adanya sampah yang menumpuk dan akar tanaman bambu yang ikut hanyut atau disebut masyarakat sekitar ‘barongan’ sering menyebabkan banjir di wilayah Desa Ngadirenggo dan Bendorejo. Tumpukan sampah di kaki jembatan itu membuat aliran air terhambat dan meluber ke daerah sekitar. “Kami minimalisir potensi-potensi (penyebab) banjir itu,” kata Agung.

Selain membersihkan sampah aliran sungai secara berkala, pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang lainnya untuk menanggulangi bencana banjir. Diantaranya menyiapkan sumber daya manusia, sarpras penanggulangan banjir hingga anggaran operasional. “Termasuk hari ini merupakan kegiatan kesiapsiagaan bencana banjir,” jelasnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, lanjut Agung, curah hujan diprakirakan terjadi pada akhir November. Sebelumnya Trenggalek diguyur hujan beberapa saat di sejumlah wilayah. “Sebenarnya kalau hujan itu di dasarian pertama kemarin juga terjadi beberapa hari hujan, tapi ternyata cuaca panas kembali. Sesuai prediksi BMKG mungkin kita di dasarian dua, akhir November ini,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date