Meski Dilarang, Warga Desa Ini Tetap Terbangkan Balon Udara

Jombang, koranmemo.com – Datangnya Hari Raya Ketupat di bulan Syawal 1441 hijiriah, warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek, miliki tradisi sendiri dengan menerbangkan balon udara raksasa, Minggu (31/5) pagi.

Meskipun telah dilarang, tradisi menerbangkan balon udara itu tetap dilakukan warga di Jombang karena dianggap sudah menjadi tradisi saat perayaan Lebaran Ketupat seusai warga desa tersebut melaksanakan salat subuh berjamaah dan selanjutnya kembali di kediamannya masing-masing dengan menyantap makanan ketupat lebaran.

Sebelum menerbangkan balon udara, warga Desa Bandung ini terlebih dahulu menyalakan petasan berondongan di lapangan desa setempat.

“Tradisi Lebaran Ketupat disini memang begini setiap tahunnya, makan ketupat, menghibur warga dengan suara petasan dan terakhir kami terbangkan balon udara setinggi 7 meter, buatan warga kita sendiri,” ungkap Yusuf (35) salah satu penggagas balon udara saat diwawancarai wartawan di lokasi, Minggu (31/5).

Sebagai pelaksana pelepasan balon udara, Yusuf bersama rekan-rekannya sudah mempersiapkan 3 macam balon dari setiap dusun di Desa Bandung. Dengan dibantu puluhan warganya yang sangat antusias membagi tugasnya masing-masing demi menerbangkan balon udara sampai terisi penuh dengan asap bakaran kayu, dan balon udara tradisional warga Desa Bandung pun diterbangkan beserta doa para warga setempat agar wabah virus corona cepat berakhir.

“Ada 3 balon udara yang yang kita terbangkan dan diantaranya ada 1 balon raksasa berukuran 7 meter, dan anggarannya iuran para remaja sini. Kalau untuk setiap menerbangkan ini dibutuhkan 5 orang, satu mengisi asap serta membakar pengapian dan lainnya mengembangkan tali di keempat sisinya. Kemudian setelah terisi penuh baru kita terbangkan serta berdoa semoga pandemi Corona cepat hilang di Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu