Merasa Diperas Oknum Wartawan, ASN ini Lapor Polisi

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial NS (34) yang berdinas di sebuah instansi wilayah Kecamatan Bagor merasa menjadi korban pemerasan oleh oknum wartawan online.

Dia mengaku diperas senilai Rp 7 juta, namun hanya bisa mentransfer Rp 3 juta, sehingga diancam perbuatannya akan ditulis di media online dan disebar di seluruh sosial media.

Kasus ini berawal saat korban dan TY (34) yang diduga kekasihnya pergi dan chek in di kamar sebuah hotel di wilayah Kecamatan Kertosono pada Sabtu (24/3/2018) sekitar pukul 08.20 WIB.

Saat itu, korban mendapat telepon dari seseorang yang mengaku wartawan dari media online. Dalam teleponnya, oknum wartawan itu mengaku mengetahui apa yang dilakukannya di kamar hotel.

Agar berita itu tidak tersebar di sosial media (sosmed), si penelpon meminta uang kompensasi senilai Rp 7 juta. “Karena takut, sore harinya langsung ditransfer tiga juta rupiah,” kata Ipda Trubus Paur Humas Polres Nganjuk, Rabu (4/3/2018).

Selang dua hari setelah ditransfer, orang yang mengaku wartawan dan sering menjajaki berbagai kasus ini meminta kekurangan uang kompensasi kepada korban, namun korban malah melapor ke SPKT Polres Nganjuk karena merasa diperas.

“Laporan sudah kami terima, dan kasusnya masih dalam pendalaman dan penyelidikan,” jelas Trubus yang enggan menyebutkan dari media online apa si wartawan tersebut.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Gimo Hadiwibowo