Menteri ESDM Dorong Pemanfaatan Jaringan Gas Kota

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ignasius Jonan secara khusus meninjau pembangunan jaringan gas kota (jargas) di Kabupaten, Sidoarjo Jawa Timur.

Dalam kunjungannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan President Direktor PT Pertamina Gas, Suko Hartono.

Dalam kunjungan tersebut, Jonan, juga menyempatkan mampir di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Desa Putat, Sidoarjo dimana dapurnya sudah menggunakan jargas total.

Sebelum memasuki Ponpes, Menteri beserta rombongan mengunjungi salah satu rumah warga Desa Putat Rt 9, Rw 2, Masrukah (47) untuk melihat secara langsung jargas di rumah warga.

“Saya melihat secara langsung ke rumah warga dan dapur Ponpes tadi, pengguna jaringan gas mengaku lebih murah dan mudah dengan adanya sistem tersebut, ” terang Jonan.

Kehadiran jaringan gas kota, lanjut Jonan, ini memudahkan masyarakat dalam beraktifitas khususnya untuk urusan dapur. “Karena hemat, praktis, aman dan suplai gas mengalir 24 jam,” ujar Jonan.

Sementara itu menurut President Director PT Pertamina Gas, Suko Hartono, di Sidoarjo ini menjadi contoh bahwa jargas juga bermanfaat tidak hanya untuk rumah tangga tapi juga untuk kebutuhan memasak para santri di pondok pesantren tersebut.

“Di Sidoarjo ini menjadi contoh bahwa jargas juga bermanfaat tidak hanya untuk rumah tangga tapi juga untuk kebutuhan memasak para santri di pondok pesantren,” kata Suko Hartono.

Suko menambahkan,  saat ini terdapat 10.350 Sambungan Rumah Tangga (SR) di Sidoarjo yang dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran (TA) 2010, 2011, 2012 & 2014 yang dikelola Pertamina. Adapun suplai gas diperoleh dari PT Lapindo Brantas Inc, dengan total alokasi sebesar 0,4 MMSCFD.

“Di Sidoarjo ini sudah mencapai sekitar 9000 jaringan gas untuk sambungan rumah tangga,  yang lainnya sekitar 1350 masih belum, ” jelasnya.

Sementara itu menurut salah satu warga pengguna jaringan gas, Masrukah mengatakan bahwa,  selama menggunakan jargas lebih irit di bandingkan dengan menggunakan elpiji.

“Setiap bulan saat menggunakan jaringan gas saya hanya membayar Rp  65 ribu,  sebelumnya menggunakan elpiji setiap bulannya menghabiskan elpiji 3 Kg habis empat tabung, ” kata  Masrukah saat ditemui di rumahnya

Perlu diketahui, proyek pembangunan jaringan gas kota dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahun untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil bisa memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi. Tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembanguann jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kota. Pada tahun 2019, sesuai Renstra Kementerian ESDM program jaringan gas kota ini diharapkan akan menjangkau 1,2 juta SR (kumulatif) di berbagi wilayah kabupaten/kita di Indonesia.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.