Mengenal Penyakit ALS atau Lou Gehrig

Share this :

Koranmemo.com – Kematian pencipta kartun Spongebob, Stephen Hillenburg karena penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)  atau yang lebih dikenal dengan istilah Lou Gehrig, membuat penyakit ini mendapatkan sorotan dunia.  Penyakit yang mayoritas diderita oleh kaum pria ini memang belum ada obatnya dan tidak diketahui apa penyebabnya.

Mengapa Disebut Juga Dengan Penyakit Lou Gehrig?

Penyakit ALS juga kerap disebut penyakit Lou Gehrig.  Sebuah nama yang diambil dari pemain bisbol profesional asal Amerika Serikat. Pemain klub New York Yankees legendaris ini didiagnosis ALS pada 1939. Sejak itu, Gehrig menjadi perhatian nasional hingga internasional. Sampai hari ini, penyakit ALS masih sangat erat menyandang julukan penyakit Lou Gehrig.

Sejak usia dini, Gehrig menunjukkan dirinya sebagai atlet berbakat, yang mahir dalam bermain football dan bisbol. Dia menyelesaikan pendidikannya dari SMA Commerce pada 1921 dan kemudian melanjutkan ke Universitas Columbia, untuk mengejar karir di bidang teknik. Kendati demikian, dia tetap bergabung dengan klub bisbol kampus. Dia membuat tim bisbol bermain dengan solid dan mendapatkan julukan Columbia Lou dari para penggemar yang memujanya. Liga Utama Bakat Gehrig menarik perhatian New York Yankees.

Dia menandatangani kontrak profesional pertamanya pada April 1923 dengamn bonus 1.500 dollar AS. Nilai itu sangat fantastis bagi Gehrig dan keluarganya. Dengan begitu, dia dapat memindahkan orangtuanya ke pinggiran kota dan bermain bisbol secara penuh. Hanya dua bulan setelah penandatanganan kontrak, Gehrig memulai debutnya sebagai pemain Yankee. Pada 2 Juni 1925, dia menggantikan Wally Pipp, penjaga base pertama Yankees, yang menderita gegar otak. Pipp pulih tetapi tidak dapat kembali ke posisinya di tim.

Dia membentuk duo sengit dengan Baby Ruth, rekan satu tim kuat lainnya, memukul home run besar dan memenangkan banyak pertandingan. New York Yankees kemudian menyandang julukan “The Murderer’s Row” karena lineup mereka yang kuat. Timnya memenangkan World Series beberapa kali selama tahun-tahun Gehrig berkarier sejak 1923 hingga 1938.

Meskipun mengalami gegar otak, sakit punggung dan cedera lainnya, dia tidak pernah melewatkan pertandingan untuk timnya. Sejumlah penghargaan diraih Gehrig, termasuk memenangkan American League All Star selama 7 kali sepanjang kariernya. Lou Gehrig. (lougehrig.com) Penyakit Lou Gehrig Pada 1933, dia menikahi Eleanor Twitchell. Namun, pasangan itu tidak memiliki anak.

Kendati prestasinya gemilang, Gehrig harus menerima kenyataan mengenai penyakit ALS yang dideritanya pada usia 36 tahun. Pria berjuluk Si Kuda Baja ini didiagnosis terserang penyakit yang mengancurkan sel saraf. Dia memutuskan untuk pensiun dari New York Yankees. Sebelum diagnosisnya, Gehrig mengaku mengalami beberapa gejala penyakit ini saat bermain di lapangan, termasuk kehilangan kekuatan, tergelincir dan jatuh, serta kehilangan koordinasi.

Sejak menderita penyakit ALS, dia menjadi simbol dari penyakit ini dan namanya diabadikan sebagai julukan ALS. Gehrig kembali ke Yankee Stadium pada 4 Juli 1939, hari di mana timnya menggelar waktu khusus untuk menghormatinya. Berdiri di lapangan yang mencetak banyak kenangan baginya, dia mengenakan seragam lamanya. Gehrig mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemarnya melalui pidato pendek penuh air mata di stadion bisbol yang dipadati orang.

Tanda-tanda Penyakit ALS atau Lou Gehrig

Penyakit ALS sering berawal dari otot salah satu lengan atau kaki yang melemah, atau ditandai dengan berbicara dengan tidak jelas. Kelemahan perlahan menyebar ke kedua tangan dan kaki dan bagian tubuh lainnya. Otot punggung dan leher yang melemah membuat kepala jadi tertunduk lemas.

Lalu, kehilangan jaringan otot (atrophy) dan lidah yang berkedut umum juga terjadi. Otot yang diperlukan untuk bergerak, berbicara, makan (menelan), dan bernapas, pada akhirnya menjadi lumpuh (paralysis).

Penyakit ALS tidak memengaruhi indra (penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan sentuhan), tapi orang mungkin memiliki masalah mental (seperti aphasia, atau kesulitan menemukan kata-kata).

Seseorang perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala dari penyakit ALS seperti, kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas harian, kaki atau pergelangan kaki melemah atau lumpuh, menurunnya fungsi tangan, kesulitan menelan atau berbicara, kram otot dan lengan, bahu,dan lidah berkedut dan kesulitan mendongakkan kepala atau menjaga postur tubuh.

Perawatan Penyakit ALS atau Lou Gehrig

Perawatan bertujuan untuk mengontrol gejala dan mendukung pasien selama mungkin. Salah satu obatnya adalah riluzole, yang mungkin memperpanjang umur dan pada beberapa orang mungkin memperlambat perkembangan ALS, namun efeknya terbatas. Obat-obatan lain mungkin membantu mengontrol gejala kejang, kesulitan menelan, kram, sembelit, nyeri, dan depresi. Selang perut mungkin digunakan untuk memberi makan jika pasien tersedak. Ahli gizi berperan dalam membantu mencegah penurunan berat badan. Pendidikan dan konseling juga penting untuk membantu menenangkan kondisi psikis seseorang yang memiliki ALS

Terapi fisik, okupasi, dan bicara dapat membantu orang tetap kuat dan mandiri. Alat bantu seperti penjepit, pembungkus kaki dari logam, kursi roda, dan mesin pernapasan juga kaan diperlukan selama masa pengobatan. Di tahap selanjutnya, tujuan utama dari adalah memberi kenyamanan terhadap kondisi orang yang memiliki penyakit ALS.

Editor:  Della Cahaya

Sumber:  Hellosehat, Kompas