Mengenal Buku ‘Banjir Darah’, Sejarah Tentang PKI dan Umat Muslim

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Penulis buku Banjir Darah, Anab Afifi (52) asal Madiun dan Thowaf Zuharon (38) asal Klaten singgah di wilayah Kediri, Selasa (15/9).

Buku ini mengisahkan aksi-aksi keji tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap para kiai dan kaum muslimin dalam kurun waktu sejak tahun 1926-1968.

Anab Afifi mengatakan, buku banjir darah ini sudah terbit sejak Oktober tahun 2015 dengan judul “Ayat-ayat yang Disembelih”. Kemudian pada tahun 2020 buku itu dirilis kembali dengan judul Banjir Darah.

Sebelumnya dirinya juga melakukan wawancara langsung kepada masyarakat tentang PKI di masing-masing wilayah di Indonesia selama sepuluh hari. Setelah datanya sudah lengkap, kemudian ditulis selama dua minggu. “Yang lama adalah proses sebelum wawancara, yakni mengumpulkan riset pustaka. Butuh bertahun-tahun” ujarnya.

Menurut Anab Afifi, saat cetakan pertama, permintaan buku ini sudah jauh melebihi angka yang sudah dicetak. Maka saat cetakan pertama selesai, tanpa menunda lagi langsung melakukan cetakan kedua.

“Cetakan kedua selama seminggu habis, kemudian cetakan ketiga juga sudah habis. Sampai hari ini sudah cetakan kelima,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Tahapan Ada Cacat Yuridis dalam Pembangunan Taman Nyawiji

Anab mengaku senang masyarakat menyambut positif terbitnya buku Banjir Darah. Itu menandakan masyarakat mulai melek terhadap sejarah bangsanya sendiri. .

“Kami berharap dengan adanya buku ini khususnya generasi muda akan menitipkan keutuhan bangsa agar bisa paham tentang bahayanya PKI dan tetap waspada dengan cara melalui kesadaran pentingnya Pancasila maka keutuhan NKRI akan tetap terjaga,” ungkapnya.

Baca Juga: Goa Biru, Wisata Rujukan Baru Di Trenggalek

Thowaf Zuharon  berpesan kepada masyarakat Kediri khususnya anak-anak sekolah sampai mahasiswa untuk membaca buku Banjir Darah. Mereka harus tahu betapa pentingnya tentang peristiwa di Desa Kanigoro Kecamatan Kras. Pada 13 Januari 1965, ada pelajar digrebek, dilecehkan dan disiksa oleh PKI.

“Dengan buku ini tentu akan memberikan pendidikan kepada generasi muda dan anak cucu kita sampai kapanpun selama negeri ini terus terjaga sebagai NKRI dan Pancasila,” katanya.

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor: Della Cahaya