Mengaku Kerabat BK, Tipu Miliaran Rupiah

Blitar, koranmemo.com – Bermodal puluhan sertifikat palsu dari berbagai negara , ketua dewan pendiri lembaga organisasi Padepokan Ampera Indonesia (PAI), Ratna Dewi (54) warga Sukabumi Jawa Barat harus diduga melakukan penipuan dengan modus bisa mendatangkan uang gaib dari harta karun mantan presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno. Ditengarai, ada sekitar 30 warga Blitar dan Kediri yang menjadi korban penipuan janda yang suka dengan dunia mistik ini. Akibatnya dia ditangkap oleh polisi.

Dari keterangan pihak kepolisian,  pelaku beraksi dengan cara menghasut dan menipu calon anggota yang akan bergabung ke Padepokan Ampera. Ini disampaikan lima anggota yang sudah melaporkan kasus ini ke Polres Blitar. Mereka menyebut mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar.           “Ada 5 warga yang sudah melapor dan sudah kami mintai keterangan dengan menunjukan barang bukti transfer yang mana dari lima orang ini total kerugian mencapai miliaran rupiah,tak menutup kemungkinan masih ada korban lagi,” terang Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya SH SIk, Kamis (22/12).

Dalam aksinya, pelaku mengaku sebagai kerabat Bung Karno dan mampu mencairkan uang gaib dari harta karun yang disebut-sebut dimiliki oleh presiden pertama Republik Indonesia itu. “Pelaku membujuk para anggotanya untuk diajak mencairkan harta karun Bung Karno,dengan cara diajak ritual ke tempat yang mistik,selain itu juga disuruh menyerahkan uang yang jumlahnya bervariasi setiap pelaku butuh uang,” ungkap Slamet.

Menurut Kapolres,  pelaku sudah menjalankan aksinya sejak 2 tahun lalu. Penipuan baru terungkap setelah petugas mendapatkan laporan dari masyarakat yang juga salah satu anggota yakni Zaenal Ansori (34) warga Desa Bendosewu Kecamatan Talun. Zaenal  merasa ditipu lantaran sampai saat ini belum mendapatkan uang dari janji yang diberikan pelaku kepadanya.

Awalnya,  pada bulan Desember 2014, korban berkenalan dengan terlapor yang menyampaikan jika dirinya menerima amanah dan bisa mengambil harta Bung Karno. Korban tergiur dengan iming-iming dari terlapor dan memenuhi beberapa persyaratan yang diminta diantaranya harus membentuk wadah atau lembaga dengan beberapa anggota, serta harus memenuhi biaya yang ditentukan.  Korban beserta teman-temannya  membayar biaya itu hingga Rp 2 miliar. Tetapi nyatanya sampai saat ini apa yg dijanjikan terlapor tidak terealisasi. “Kami menangkap pelaku saat menggelar pertemuan bersama para korban di musala yang berada di Dusun Tawang RT 01 / RW 02 Desa Bandosewu Kecamatan Talun kemarin,setelah dicek ternyata aksi pelaku ini terbukti hanya tipuan saja dan langsung kami amankan berikut beberapa barang bukti,” ungkapnya.

Dihadapan awak media,Kapolres Blitar menunjukan beberapa barang bukti yaitu puluhan sertifikat palsu yang berasal dari berbagai negara,uang dolar palsu senilai miliaran rupiah pecahan 1000 dolar.bukti transfer para korban kepada pelaku dan sebuah mobil Jazz milik pelaku yang digunakan untuk melakukan aksinya di berbagai daerah. “Atas tindakannya tersebut pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” terangnya kepada Koran Memo.(rif)

 

Follow Untuk Berita Up to Date