Mengadu Ke Dewan, PKL Kecewa

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Ratusan Pedagang Kali Lima (PKL) di Kabupaten Ponorogo yang hendak mengadukan nasibnya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo harus gigit jari. Pasalnya, seluruh wakilnya (DPRD,red) sedang mengikuti kunjungan kerja  (kunker) ke Jakarta sejak Senin ( 25/10) hingga Jumat ( 28/10) mendatang.

Massa yang kecewa akhirnya meluapkan amarahnya dengan teriakan- teriakan yang mencibir dewan karena hobi kunker ke luar  daerah. “Kami butuh wakil rakyat, bukan tukang dolan, dewan kok kerjanya dolan saja,” kata Setiawan (34) perwakilan massa, Rabu ( 26/10).

Massa yang terdiri PKL makanan, mainan, dan souvenir tersebut, sebelumnya telah melakukan aksi jalan kaki dari Alun-alun Kabupaten Ponorogo hingga Kantor DPRD Ponorogo dengan jarak kurang lebih 1 kilometer.  Tidak heran bila mereka harus kecewa karena 44 wakil rakyat pergi ke Jakarta. “Kami kecewa, kami kesini itu ingin agar dewan mendesak pemkab agar kami bisa berjualan kembali, kok malah hilang semua,” ujar Yunan Setia Budi ( 43).

Kasubag Persidangan Setwan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Budiarto, mengakui jika kondisi gedung wakil rakyat Kabupaten Ponorogo saat ini kosong melompong karena ditinggal kunker ke Jakarta. ” Kalau sekarang tidak ada orang, kami tidak bisa memutuskan apa-apa, karena seluruh anggota dewan ke Jakarta,” ungkap Agung Budiarto.

Untuk diketahui,  sebanyak 400 PKL yang biasa mangkal di trotoar jalan-jalan utama Kabupaten Ponorogo ini mendatangi gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, untuk meminta bantuan wakil rakyat menggagalkan kebijakan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni yang melarang PKL berjualan di sejumlah trotoar jalan protokol Kabupaten Ponorogo. ( znl/rik)