Mendikbud Naikkan Batas Maksimal Gaji Honorer

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri akan segera melakukan tindakan lanjut mengenai peningkatan batas maksimal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk gaji guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer. Ini dilakukan supaya kebijakan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, bisa tepat sasaran.

Kabid Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Kediri, Achmad Wartjiantono menjelaskan, tidak dapat dipungkiri memang keterlibatan guru honorer sangat diperlukan untuk kelancaran proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan, untuk saat ini, perbandingan antara jumlah guru dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan guru honorer mencapai 50:50.

Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan dapat memenuhi keperluan untuk pembiayaan gaji guru honorer. “Selain itu, kebijakan tersebut juga akan berdampak baik. Karena guru honorer diharapkan lebih sejahtera dalam hal gaji. Selama ini kan batas maksimal hanya 15 persen dari dana BOS, jadi ada tambahan 35 persen lagi untuk alokasi gaji guru honorer,” jelasnya, Rabu (12/2).

Perlu diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga mengubah mekanisme dana BOS untuk Tahun Anggaran (TA) 2020. Perubahan tersebut salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Salah satunya dengan ditetapkan maksimal 50 persen dari dana BOS dapat digunakan untuk membayar gaji guru honorer.

Sebelumnya, pembayaran gaji guru honorer bisa diambil dari total dana BOS dengan porsi maksimal 15 persen untuk sekolah negeri dan 30 persen untuk sekolah swasta. Guru honorer yang dapat digaji dari alokasi dana BOS harus memiliki beberapa persyaratan, yaitu sudah memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), belum memiliki sertifikat pendidik, dan tercatat di data pokok pendidikan (Dapodik) pada 31 Desember 2019.

Menyadur dari laman resmi Kemdikbud, Nadiem Makarim mengatakan, salah satu prinsip penggunaan dana BOS pada tahun 2020 adalah fleksibilitas. Peningkatan fleksibilitas dan otonomi penggunaan dana BOS bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah, terutama untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Nadiem mengatakan, kebutuhan satu sekolah berbeda dengan kebutuhan sekolah lainnya sehingga prinsip fleksibilitas ini perlu diterapkan dalam penggunaan dana BOS.“Kita nggak lihat satu per satu kebutuhan sekolahnya apa, yang bisa tahu apa kebutuhan sekolah dalam operasionalnya adalah kepala sekolah dan guru yang bersangkutan,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date