Menata Irigasi Temukan Mortir

Nganjuk, koranmemo.com – Dua buah mortir jenis 81 Tampela dan 7 buah mortir jenis 40 Comando sisa-sisa perang masa penjajahan Belanda, ditemukan oleh Samidin (78) warga RT 02/RW 05 Dusun Pacar Desa Sonopatik Kecamatn Berbek Kabupaten Nganjuk, di Sungai Kali Jiwo desa setempat, Sabtu (20/10/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Ditemukannya mortir tersebut berawal saat Mbah Saidin menyusuri sungai berangkat untuk mengairi sawahnya. Air yang mengalir di sungai atau yang akrab disebut Kali Jiwo oleh warga setempat ini, dipergunakan petani untuk mengairi sawahnya secara bergilir.

Setelah semua perlengkapannya termasuk cangkul dan pipa disiapkan, Mbah Samidin mulai membendung sungai dengan mencangkul tanah di bibir sungai. Nah, saat mencangkul itulah dia merasakan seperti membantur benda keras. Setelah diangkat, ternyata benda tersebut mirip seperti mortir.

Waktu itu, ada 3 benda keras mirip mortir yang diangkat Mbah Samidin. Namun dia hanya cerita dengan keluarganya saja karena masih mengingat-ingat, jika benda tersebut mirip dengan bom sewaktu ada perang jaman Belanda dulu.

Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB, Mbah Samidin kembali mengairi sawahnya dan merapikan pipa serta merapikan bendungan yang dibuat sebelumnya. Sekitar pukul 08.00 WIB, dia menemukan 6 benda mirip mortir seperti yang ditemukan sebelumnya.

Selanjutnya, penemuan benda mirip ini dilaporkan Jogoboyo Suprapto, dilanjutkan kepada Kepala Desa Sonopatik Imam Ahmad, yang akhirnya menghubungi Serka Pariman Babinsa Sonopatik. Selanjutnya, benda mirip mortir itu diamankan sementara sambil menunggu proses pengambilan oleh tim jihandak Sat Brimob Kompi C Kediri.

Kasubbag Huma Polres Nganjuk AKP Moh Sudarman membenarkan telah ditemukan mortir sisa masa penjajahan Belanda. Saat ini mortir tersebut diamankan di Mako Brimob Kediri. “Benda yang ditemukan itu berupa 2 buah mortir jenis 81 Tampela dan 7 buah mortir jenis 40 Comando sisa-sisa perang masa penjajahan Belanda,” ujarnya.

Menurut cerita orang-orang tua atau warga sekitar, lanjut Sudarman, memang di lokasi sepanjang sungai Desa Sonopatik dan Desa Bulu, dulunya merupakan tempat penyimpanan barang-barang semacam granat dan mortir oleh para pejuang. “Di lokasi tersebut hingga saat ini sering diketemukan benda-benda sisa perang kemerdekaan,” jelasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saicu

Follow Untuk Berita Up to Date