Membahayakan, Jembatan Muharto Hanya Akan Diperbaiki Sementara

Share this :

Malang, koranmemo.com –  Jembatan Muharto Kota Malang yang sudah sangat membahayakan selama ini, ternyata hanya akan diperbaiki saja oleh Pemerintah Kota Malang. Untuk saat ini pihak Pemerintah masih menganggarkan Rp 3 miliar.

Hal ini dilakukan Pemkot Malang karena sebagai langkah darurat untuk mencegah jembatan tersebut ambruk. Untuk itu hanya akan dipasang penyangga.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin menyampaikan, dari hasil koordinasi dengan Dinas PUPR Kota Malang, maka disepakati  pemasangan penyangga jembatan tersebut akan menggunakan anggaran insidentil tahun anggaran 2020.

“Jadi anggaran sengaja digunakan di awal, karena ini memang sangat mendesak,” jelasnya, Rabu (13/12)

Dikatakan, anggaran insidentil tersebut rencananya akan digunakan untuk melakukan pemeliharaan jembatan pada 2020. Lantaran Jembatan Muharto yang sangat mendesak, maka pemeliharaan akan dilakukan saat APBD-Perubahan 2020. “Nominalnya sekitar Rp 3 miliar sesuai kesekapatan,” katanya.

Dijelaskan anggaran tersebut hanya cukup untuk memasang penyangga saja. Tujuannya adalah mempertahankan kekuatan jembatan yang disebut tim forensik UB tinggal 40 persen saja.

Lebih jauh, disampaikan, anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan pembenahan jembatan secara total adalah berkisar antara Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar.

Politisi PKB itu menegaskan jika upaya tersebut dilakukan lantaran kondisi Jembatan Muharto sangat memprihatinkan. Ketika tidak segera ditangani, maka ditakutkan dapat menimbulkan korban.

Terlebih, Jembatan Muharto merupakan jalur utama perekonomian dan aktivitas masyarakat sekitar. “Langkah itu diambil karena memang sangat mendesak,” pungkasnya.

Editor Arief Juli Prabowo