Melawan Dengan Celurit, Dua Residivis Curanmor Ditembak

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk Satreskrim Polres Madiun. Kedua pelaku dihadiahi timah panas (ditembak) pada betis kakinya, karena berusaha menyerang pihak Kepolisian menggunakan celurit saat akan ditangkap.

Pelaku bernama Maryono (36) asal Kabupaten Madiun dan Zainur Rojikin (22) asal Kabupaten Pasuruan.

“Sebenarnya ada tiga tersangka, satu lagi atas nama Budiono alias Sutik berhasil melarikan diri saat penangkapan, sekarang menjadi daftar pencarian orang (DPO),” kata Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Senin (5/8).

Berdasarkan keterangan kedua tersangka bahwa ketiga tersangka saling kenal pada saat sama-sama menghuni lapas di Mojokerto. Berawal pada hari Selasa (18/6) sekira pukul 18.30 Wib, tersangka Maryono menjemput Zainur Roziqin alias INUR dan Budiono alias Pak Tik dengan menggunakan satu unit mobil rental Honda Mobilio warna putih untuk berencana melakukan pencurian di Madiun.

Saat perjalanan ketiga tersangka tersebut membicarakan sasaran di wilayah Madiun yang akan dilakukan pencurian.

Pada hari Rabu (19/6) sekitar pukul 00.45 Wib saat melintas di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, ketiga tersangka melihat satu unit sepeda motor honda CB150R kemudian di sikat oleh Pak Tik dan dijalankan dengan menggunakan kunci T.

Merasa kurang, ketiga tersangka tersebut melanjutkan aksi kempat sasaran utamanya yaitu di rumah  Wibowo alamat Desa aliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Tanpa pikir panjang mereka mengambil satu unit Honda Tiger, satu unit Yamaha N.Mx dan satu unit pikap.

“Objek yang akan dicuri terparkir di depan rumah, kebetulan beberapa sepeda motor yang ada kebetulan kunci masih ada di motor, kalau tidak ada mereka sudah siap dengan kunci T,” ujar AKBP Ruruh.

Saat itu tersangka Maryono mendapatkan bagian sebesar Rp 19.000.000 untuk membeli satu unit sepeda motor Honda CB tanpa BPKB dengan harga sebesar Rp 8.000.000, sisanya digunakan untuk foya-foya sedangkan Inur mendapatkan bagian sebesar Rp 9.000.000 digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan foya-foya.

“Hasil curian berdasarkan keterangan untuk membeli sepeda motor dan sebagian untuk bersenang-senang karena kedua tersangka semua belum berkeluarga,” paparnya.

Beberapa barang bukti diamankan Polres Madiun diantaranya satu unit sepeda motor CB, satu unit Honda Mobilio, satu buah handphone dan satu buah jaket. Sebagai tindak lanjut sidik diambil langkah dengan mengamanakan tersangka, sita barang bukti, periksa saksi dan tersangka dan lengkapi mindik.

“Tersangka dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan,” pungkasnya.

Reporter: Achmad Saichu