Melaut, Nelayan Tewas di Atas Perahu

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Mukaji (60) seorang nelayan warga RT 05 RW 01 Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di atas perahu. Korban tewas pada saat perahu berada di tengah laut. Diduga serangan  jantung mendadak ketika berangkat melaut bersama dua orang temannya, Jumat (22/9) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman melalui Kasubag Humas Iptu Supadi, membenarkan peristiwa tersebut. Korban tewas diduga serangan jantung pada saat sedang melaut bersama dua orang temannya. Untuk saat ini kasus masih dalam penyelidikan petugas.

“ Benar korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia paska melaut di atas perahu. Korban diketahui pada saat mau diajak tawur jaring ikan di perairan laut Munjungan. Ketika akan dibangunkan oleh kedua temannya (satu kru kapal), korban sudah meninggal dunia. Diduga korban tewas akibat serangan jatung,’’ungkap Iptu Supadi.

Informasi yang didapat dari kepolisian peristiwa itu berawal, pada Kamis (21/9) sekitar pukul 19.00 Wib, korban berangkat melaut bersaman dua orang temannya, yakni Sugito dan Pardi keduannya warga RT 21 RW 05 Desa Prigi Kecamatan Watulimo. Mereka ikut perahu milik Agus Sukaji KM Rukun Makmur warga Desa Sawahan Kecamatan  Watulimo Trenggalek.

Setelah berlayar, sekitar pukul 01.30 Wib perahu masuk lintang 0.85.0’.00’’ diperairan masuk wilayah Munjungan Trenggalek. Pada saat itu, mau tawur (memasang) jaring ikan, kemudian korban dibangunkan oleh dua temannya atau salah satu kru kapal.

Ketika dibangunkan, korban tidak bangun dan setelah dilihat atau dicek sudah dalam keadaan meninggal dunia. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya menderita sakit darah tinggi. “ Setelah mendapat laporan, petugas bersama tim medis langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Keluarga korban telah menerima dan membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan outopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan sebagai mana adat lingkungan,’’pungkas Supadi.

Reporter: Suparni PB

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz