Melarikan Diri, Bandar Pil Koplo Ditembak

Nganjuk, koranmemo.com – Karena melarikan diri saat disuruh menunjukkan barang bukti, Hendik Purwanto alias Ayah (38) bandar pil dobel L warga RT 01/RW 06 Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, akhirnya dihadiahi timah panas (ditembak, red) di betisnya.

Tak hanya meringkus Ayah, Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Nganjuk juga membekuk tangan kanan Ayah, yakni Hendri Susasanto alias Duro (38) warga RT 01/RW 01 Dusun Pulobandar Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.“Kedua tersangka ini pengembangan dari penangkapan pengedar dobel L kemarin,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Senin (9/9) saat dikonfirmasi Koranmemo.com.

Selain meringkus tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 25 lop atau 25 ribu butir pil dobel L, 2 tas kresek warna hitam dan sebuah ponsel sebagai sarana transaksi. “Kasusnya masih dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengungkapkan, ditangkapnya kedua pelaku atas pengakuan Dodik S (32) pengedar pil dobel L asal RT 02/RW 04 Dusun/Desa Jogomerto Kecamatan Tanjunganom.

“Dalam pengakuannya, Dodik mengatakan jika pil dobel L itu dibelinya dari HS alias Duro. Setelah kita selidiki, muncul nama HP alias Ayah. Ternyata, keduanya berkomplot untuk memutus mata rantai agar tidak terbongkar,” urainya.

Setelah dilakukan pengintaian beberapa kali, akhirnya Duro dan Ayah dapat dibekuk di rumah Ayah, wilayah RT 01/RW 06 Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

“Saat dilakukan penggeledahan, di rumah tersebut tidak ditemukan barang bukti. Akhirnya tim membawa kedua pelaku untuk menunjukkan tempat penyimpanannya,” kata Pujo.

Ternyata, barang bukti tersebut disimpan di rumah orang tua HP alias ayah di rumah orangtuanya Dusun Mengkreng Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

“Nah, ketika disuruh menunjukkan barang bukti itulah, HP alias Ayah berusaha melarikan diri. Akhirnya kita beri tindakan tegas terukur dengan menembak betis kanannya yang sebelumnya diberi tembakan peringatan,” jelasnya.

Waktu dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa sebuah ponsel sebagai sarana transaksi dan 25 lop atau 25 ribu butir pil dobel L yang dibungkus tas kresek warna hitam, disimpan di almari rumah orangtuanya.

“Kedua pelaku saat ini menjalani penyidikan untuk pengembangan kasus. Mereka dijerat pasal 196 junto pasal 98 ayat (2), (3) UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editorr    : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date