Mediasi Angkutan Konvensional dan Online, Ada Zona Merah Masing-masing Kelompok

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Jombang memediasi operasional kelompok angkutan konvensional dengan angkutan berbasis online di pendopo setempat, Kamis (8/3) sore. Ini menyusul adanya aksi penolakan atas beroperasinya angkutan online terutama ojek online yang diwujudkan dengan aksi demo beberapa waktu lalu. Dari sini muncul kesepakatan adanya zona merah yang wajib dipatuhi kedua belah pihak.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Jombang, Setiajit, yang memimpin mediasi menyatakan pentingnya kesepekatan masing-masing untuk bersama menciptakan suasana yang kondusif.

“Keduanya adalah masyarakat Jombang yang mencari makan. Yang menjadi penting adalah keduanya memahami bahwa pengguna transportasi membutuhkan kemudahan, keamanan, kenyamanan, sekaligus murah,” kata Setiajit kepada sejumlah wartawan usai mediasi.

Adanya zona merah yang sudah disepakati, dapat diartikan masing-masing moda transportasi tersebut tidak bisa lagi mengambil penumpang secara sembarangan.  “Zona yang sudah ditempati oleh (angkutan) konvensional maka tidak boleh pihak yang berbasis onlie itu mengambil penumpang disitu, begitu sebaliknya,” lanjut Setiajit.

Meski sudah diperbolehkan beroperasinya angkutan berbasis online, Pemkab Jombang juga tetap memberlakukan kuota terhadap angkutan berbasis online di Jombang. Penetapan kuota angkutan berbasis online sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/375/KPTS/103/2017. “Berdasarkan Pergub, 80 untuk roda empat kemudian ada 200 sekian untuk yang motor atau roda dua,” tandasnya.

Kendati belum dijelaskan mana saja zona merah masing-masing angkutan, Setiajit juga menegaskan bahwa ada ada zona larangan bagi angkutan becak untuk tidak mengambil penumpang di sepanjang kawasan tertib lalu lintas, seperti di Jalan KH Wahid Hasyim, Gus Dur dan Jalan A Yani.

“Becak atau bentor tidak boleh mengambil penumpang di kawasan tertib lalu linta dan mereka sepakat,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu