Mayat Perempuan Tersangkut di Aliran Sungai Oro-oro Ombo

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Warga yang berada di perbatasan Desa Pagung dan Desa Kanyoran Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, geger dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas, Senin (22/4). Jasad tersebut tersangkut di aliran sungai Oro-Oro Ombo, dan dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri.

Kapolsek Semen, AKP Karyoko menjelaskan, sebelum melakukan evakuasi, petugas kepolisian mendapat laporan dari warga yang sedang melintas di sekitar lokasi penemuan mayat. “Petugas kami dapat laporan dari salah satu warga dan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com.

Dikatakan, sekitar pukul 13.00 WIB, petugas kepolisian dan tim INAFIS RS Bhayangkara Kota Kediri yang tiba di lokasi, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Dari pemeriksaan awal, diduga mayat tersebut tergelincir sehingga terperosok ke dalam sungai.

Pasalnya, di bagian kepala, terdapat luka memar akibat benturan benda keras. Namun, saat petugas melakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kartu tanda pengenal maupun identitas lainnya. “Ada beberapa luka memar, namun dugaan kami itu akibat terpeleset dan membentur batu yang ada di sungai,” sahutnya.

Maklum, aliran sungai ini banyak batu besar dan saat ditemukan, posisi jasad tersangkut di antara batu sungai. Petugas juga melakukan koordinasi dengan dua kepala Desa Kanyoran dan Desa Pagung, namun mereka tidak mengenal maupun mengetahui identitas dari jasad tersebut.

Jasad yang ditemukan itu mengenakan bawahan kain jarik dan baju renda bermotif bunga seperti baju yang dikenakan masyarakat zaman dulu. Untuk mengetahui pasti penyebab kematian jasad perempuan yang diperkirakan berusia 65 tahun itu, petugas membawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan proses visum.

Tidak hanya itu, diharapkan, dari proses visum tersebut, identitas jasad dapat diketahui dari sidik jari. “Kami masih berusaha untuk mencari identitas jasad tersebut, karena dari pengakuan warga dan perangkat desa, memang tidak ada yang tahu. Kemungkinan, bisa saja warga dari desa atau daerah lain,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu