Mayat Mengapung di Sungai Brantas

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Pagi tadi, Selasa (1/5) sekitar pukul 07.45 WIB, warga Desa Kudu Kecamatan Kertosono gempar. Pasalnya, warga melihat sesosok mayat mengambang di Sungai Brantas yang mengalir di timur desa.

Keberadaan sosok mayat telungkup itu kali pertama diketahui oleh Anang Priono (30)  warga setempat saat hendak memancing ikan. Ketika dia melemparkan mata kailnya, tiba-tiba ada seonggok sampah menyerupai manusia sedang mengapung di sungai.

Setelah dipastikan jika itu adalah mayat, dia pun lantas memberitahu tetangganya, Samsudin dan Tofa. Selanjutnya penemuan mayat ini diberitahukan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kertosono.

Kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sissik membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya mayat mengapung di Sungai Brantas wilayah Desa Kudu. “Begitu mendapat laporan kami bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP). Dibantu warga, mayat kita evakuasi,” ujarnya.

Dijelaskan, mayat dengan ciri-ciri umur diperkirakan 70 tahun, tinggi badan 160 centimeter, rambut pendek beruban, menggunakan kaos warna hitam lorek putih, serta ciri khusus tahilalat di atas pelupuk mata kanan, dan di leher kanan ini selanjutnya dibawa ke RSUD Kertosono untuk divisum.

“Setelah identifikasi, ternyata itu jasad Semanto (75) warga Desa Kemaduh Kecamatan Baron. Dugaan sementara korban jatuh terpeleset hingga akhirnya tenggelam dan terbawa arus sungai,” beber Abraham.

Selanjutnya jeazah korban diambil keluarganya untuk dimakamkan. “Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban ini mengalami ganguan jiwa. Dia terbiasa keluyuran meninggalkan rumah,” pungkasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu