Mayat Luka Tusuk di Leher, Dikeroyok Usai Rebut Rokok

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Setelah berhasil mengungkap identitas Ma (16), warga Kabupaten Mojokerto yang ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk di leher di depan salah satu toko yang masih kosong di Dusun Penanggalan Desa Dukuhdimoro Kecamatan Mojoagung, Sabtu (30/6), Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang akhirnya berhasil menangkap 4 dari 11 pelaku pengroyokan yang menyebabkan korban meregang nyawa.

Mereka yang diamankan terdiri dari, MNA (17) warga Bangkalan Madura, KSS (16) warga Kabupaten Gresik, WK (16) warga Kabupaten Jombang dan MJ (19) warga Kabupaten Jombang.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi kami mendapat petunjuk siapa yang menjadi pelakunya. Saat ini kami masih mengamankan 4 dari total 11 pelaku pengroyokan terhadap Ma. Sedangkan sisanya masih dalam pencarian,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi saat merilis kasus Minggu (1/7) sore di mapolres setempat.

Dijelaskan, aksi pengeroyokan terhadap korban sendiri bermula dari DKY (17) salah satu pelaku yang masih buron, hendak mengadakan pesta perpisahan lantaran DKY mendapat pekerjaan di Kalimantan Timur.

Selanjutnya, pada Jumat (29/6) antara korban dengan 11 pelaku akhirnya berkumpul merayakan pesta perpisahan tersebut di taman kota Mojoagung, yang kemudian dengan menumpang truk menuju ke rumah DKY.

“Mereka menggelar pesta miras

sambil nyanyi-nyanyi di pinggir sungai Dusun Sedah Desa Japanan  Kecamatan Mojowarno hingga larut malam,” papar Gatot.

Saat dalam acara, lanjut Gatot, tiba-tiba korban merebut rokok yang sedang dihisap oleh DKY hingga akhirnya berujung pengeroyokan.

Setelah tak sadarkah diri, korban sempat dibawa ke sana ke mari hingga akhirnya digeletakkan di TKP penemuan mayat. Leher korban juga sempat ditusuk oleh WDD (17) pelaku lain yang juga masih buron.

“Para pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP tentang tindak pengeroyokan hingga menyebabkan matinya seseorang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” pungkas Gatot.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu