Mayat Laki-laki di Ladang Tebu Gegerkan Warga Karangjati

Share this :

Ngawi, Koranmemo.com – Masyarakat Dusun Selang, Desa Ploso Lor, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, geger. Menyusul ditemukannya sesosok mayat pria diladang tebuĀ  petak 101 C, KPH Saradan, Rabu (15/1) malam.

Saat ditemukan mayat tersebut dalam posisi terlentang diduga tewas karena serangan jantung. Kini kasus ditangani Polsek Karangjati.

Informasi dihimpun, mayat yang ditemukan warga sekitar pukul 19.00 WIB tersebut diketahui bernama, Parno alias Parduk (40) warga Desa Puhti, Kecamatan Karangjati.

Mayat pertama kali ditemukan oleh tiga orang saksi warga Dusun Selang yakni, Gus Pengging (19), Dipo (34) dan Pea (22) di ladang tebu, petak 101 C KPH Saradan.

Adapun, ihwal penemuan mayat bermula, saat ketiga orang saksi mendapat informasi dari pihak keluarga korban yang mengabarkan, jika sejak pukul 14.00 WIB korban meninggalkan rumah hendak mencari rumput untuk pakan ternak di Mbaon petak 101 Selang. Namun, hingga usai salat maghrib korban tak kunjung pulang.

Begitu mendapat informasi tersebut, ketiga saksi dibantu warga setempat berusaha membantu mencari keberadaan korban di areal Mbaon. Ditengah kegelapan malam dan berbekal lampu senter, saksi dibantu warga lain jalan berpencar menyusuri pematang Mbaon.

Sejurus kemudian, mereka mendapati sepeda motor yang biasa digunakan korban mencari rumput. Lalu, saksi memanggil nama korban tapi tak ada respon. Karena curiga saksi dan warga pun akhirnya sepakat menyusur pematang ladang tebu. Tak sia-sia, upaya pencarian pun berhasil menemukan korban. “Tapi tubuhnya sudah kaku, posisinya mlumah (terbaring) lalu di dekatnya ada tumpukan rumput dan sabit,” ujar Agus diamini saksi lainnya.

Selanjutnya, saksi menyampaikan kabar penemuan korban kepada pihak keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangjati.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Karangjati dan tim.medis dipimpin Kapolsek Karangjati AKP Suyadi mendatangi lokasi ditemukannya mayat korban kemudian melakukan olah TKP dan identifikasi jasad korban serta pemeriksaan oleh petugas medis. “Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau pun penganiayaan ditubuh korban. Indikasinya sakit mendadak dan langsung meninggal dunia,” ujar AKP Suyadi.

Atas hasil pemeriksaan tim medis tersebut korban dinyatakan meninggal dunia secara wajar akibat sakit yang dideritanya dan penyelidikan dihentikan selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Reporter : Juremi

Editor : Achmad Saichu