Mayat Dengan Pisau Menancap di Leher Ternyata Warga Nganjuk

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Mayat dengan pisau menancap di leher, yang ditemukan dalam kondisi tertelungkup di area Pemakaman China (Bong Chino) sekitar jalan menuju TPA 2 Pojok Kota Kediri, Sabtu (13/7) sekitar pukul 05.30 WIB, ternyata warga Kelurahan Kartoharjon Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk. Korban diketahui bernama Undarto (72), yang sempat meninggalkan rumah sejak Minggu (7/7) lalu.

Korban sebelumnya juga pernah meninggalkan rumah selama 10 hari, namun korban kembali ke rumah. Saat korban kembali meninggalkan rumah, keluarga juga sempat mencari namun belum berhasil menemukan korban. “Seblumnya juga pernah pergi dari rumah. Kemungkinan, korban merasa mempunyai masalah,” ujar Kasi Humas Polsek Mojoroto, Aiptu Puji Santoso.Dijelaskan, pihak keluarga korban mengetahui jasad yang ditemukan di area pemakaman sesuai dengan ciri-ciri saat korban terakhir kali meninggalkan rumah.

Ciri-ciri lain yang diketahui keluarga seperti perkiraan usia korban yang berusia 75 tahun, memakai kaos putih, celana panjang warna abu-abu, dan menggunakan gigi palsu. Terlebih lagi, korban sebelumnya mengendarai sepeda motor warna hijau dengan nomor polisi (nopol) AG 6946 UM.

Selain itu, pihak keluarga juga mengetahui bahwa jasad tersebut adalah Undarto, setelah melihat beberapa pemberitaan di media sosial (medsos) serta media online. Akhirnya, keluarga korban memutuskan untuk berkoordinasi dengan petugas Polsek Mojoroto.

Petugas dan pihak keluarga segera mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri, untuk memastikan kebenaran identitas korban. Sementara ini, petugas dan pihak kelurga sedang berkoordinasi untuk proses lebih lanjut.

Untuk penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan cara menusukkan pisau ke leher, petugas mengaku masih melakukan koordinasi dengn pihak keluarga.

“Apakah ada permasalahan sebelumnya atau bagaimana, kami masih belum bisa memastikan. Kami menduga, korban merasa ada tekanan sehingga nekat melakukan hal itu,” tuturnya.

Sebelumnya, jasad pertama kali ditemukan oleh Sani (70) warga Kelurahan Pojok yang hendak berangkat kerja. Penemuan jasad tersebut sontak membuat geger warga, karena kondisi korban yang meninggal dengan pisau yang menancap pada leher sebelah kiri.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu