Masuk Trenggalek Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban Diperiksa Ketat

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com –  Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerapkan pemeriksaan berlapis menjelang pelaksanaan Idul Adha. Pasalnya, diperkirakan banyak pedagang hewan kurban dari luar daerah yang masuk ke Trenggalek untuk melakukan aktivitas jual beli hewan kurban. Selain pemeriksaan di chekpoin, pemeriksaan juga dilakukan di lokasi pasar.

Pemeriksaan berlapis itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran pandemi Covid-19. Pasalnya, sejauh ini belum ada temuan kasus transmisi lokal di wilayah Trenggalek. “Sebelum masuk ke Trenggalek ada pemeriksaan di tiga chekpoint itu, nanti ketika di pasar juga akan kami lakukan pemeriksaan bersama tim,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Didik Susanto, Rabu (15/7).Petugas akan menindak tegas jika menemukan ada pedagang luar daerah yang tidak memiliki surat jalan. Surat jalan yang dimaksud adalah cek kesehatan dari gugus tugas masing-masing wilayah. Pedagang hewan kurban yang tidak dilengkapi surat kesehatan tidak boleh masuk Trenggalek dan dipaksa putar balik. “Mulai Jumat ini kami pastikan, jadi ada keterangan surat itu,” imbuhnya.

Meskipun di chekpoint telah dilakukan pemeriksaan kesehatan standar, namun pemeriksaan ulang itu untuk mengantisipasi adanya orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang masuk Trenggalek. Pasalnya, diperkirakan aktivitas jual beli hewan kurban saat Idul Adha akan meningkat drastis. Selain memeriksa kesehatan pedagang hewan kurban, pemeriksaan serupa juga dilakukan pada hewan kurban. “Jadi hewan yang dijual juga harus sehat,” pungkasnya.

Sebelumnya Trenggalek telah mengeluarkan Surat Edaran tentang ketentuan penyelenggaraan Idul Adha 2020 di tengah pandemi Covid-19. Dalam surat edaran Bupati Trenggalek nomor 451/491/406.001.2/2020 menjelaskan secara rinci hulu hilir pelaksanaan hari raya tersebut. Baik teknis penyembelihan hewan kurban hingga pendistribusian.

Reporter : Dias Ahmad Farid

Editor     :   Achmad Saichu