Masih Opname, Mahasiswi Diduga Bunuh Bayinya Belum Diperiksa Polisi

Madiun, koranmemo.com – Polres Madiun Kota hingga saat ini belum memeriksa mahasiswi yang diduga membunuh bayi yang dilahirkannya di kamar mandi tempat kost. Saat ini mahasiswi berinisial DW (22) asal Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo tersebut masih dalam perawatan di rumah sakit.
“Ibu bayi belum diperiksa, masih opname. Sementara empat orang (yang diperiksa,red),” kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyono, Minggu (19/5).

Penyidik baru memeriksa empat orang saksi dalam kasus dugaan pembunuhan bayi di dalam kamar mandi tempat kos di jalan Cempaka, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Saksi-saksi yang telah diperiksa, yakni pemilik rumah kos, dua orang penghuni kos, dan penjaga kos. Sementara ibu bayi berinisial DW belum dapat dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan di ruang bersalin RSUD Kota Madiun.

Tidak menutup kemungkinan, penyidik juga akan memanggil kekasih DW. Pasalnya, berdasarkan keterangan beberapa saksi di TKP, diduga pacar DW lah yang menyuruh untuk membeli obat perangsang. “Waktu itu dia (DW,red) juga sempat menunjukkan isi WA (Whatsapp,red) pacarnya,” kata salah satu saksi berinisial RR.

Diketahui, DW yang masih berstatus mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Kota Madiun melahirkan bayi di dalam kamar mandi, Jumat (17/5). Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan sekitar 25,3 kilogram dan panjang 46 centimeter tersebut, diduga lahir ke dunia antara pukul 04.00 Wib sampai dengan pukul 07.00 Wib.
Saksi mata menyebut, DW saat itu berada di kamar mandi.

Namun, tak kunjung keluar. Hingga teman dan pemilik rumah kos mendobrak pintu kamar mandi. Ternyata, didalam kamar mandi, DW sudah melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. Dugaan kuat, bayi itu ditempatkan di dalam wadah bak berisi air.

Mengetahui hal itu, beberapa saksi sempat membawa si bayi ke Pustu Kanigoro. Hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Madiun. Sayang, nyawa bayi tak tertolong.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date