Masih Ditutup, SLG Tetap Dibanjiri PKL dan Pengunjung

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Setiap minggu pagi puluhan pedagang kaki lima (PKL) berjajar di sepanjang kawasan lapangan Simpang Lima Gumul (SLG). Padahal kawasan ini  sebenarnya merupakan kawasan steril dari aktivitas karena kondisi saat ini masih tingginya Covid 19 di Kabupaten Kediri yang masuk zona merah.

Seperti yang terlihat di kawasan lapangan SLG Minggu (19/7) pagi, semakin banyaknya PKL di lokasi ini semakin banyak mengundang orang untuk berkerumun untuk membeli barang yang dijual dan seakan mengabaikan protokoler kesehatan dan tanpa peduli terpapar Covid 19. Kawasan ini minggu pagi juga padat aktivitas warga berolahraga.

Slamet Turmudi Sekretaris Tim Gugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kabupaten Kediri menghimbau kepadaPKL yang ada diseputaran lapangan SLG untuk jaga jarak dan mengenakan masker ataupun menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun sebelum pembeli membeli barang yang dijual.

“Kita harapkan PKL ini bisa disiplin dan tertib melakukan penerapan protokoler kesehatan. Memang urusanya adalah soal penghasilan dan perut, namun hendaknya protokol kesehatan tetap diterapkan secara disiplin dan jangan sampai abai. Karena di lokasi ini banyak berkumpul warga dari berbagai daerah,” ujarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Kediri meminta kepada masyarakat yang berkerumun di SLG di minggu pagi dari berbagai komunitas untuk bisa jaga diri dan memahami kondisi saat ini Kabupaten Kediri yang masih memasuki zona merah dan tentunya tidak ingin ada klaster baru terkait bencana Covid 19 di Kabupaten Kediri.

Heru Subroto (45) salah satu PKL mengatakan, kita berupaya untuk ikuti protokol kesehatan. Selama ini ayah dua anak tersebut sudah mengikuti arahan dari pemerintah dan kami juga mencari sesuap nasi demi kehidupan keluarga  yang berkelanjutan. Karena tanpa jualan seperti ini Heri tidak punya penghasilan.

“Kami hanya jualan minggu pagi saja dan hari-hari biasa berjualan di rumah. Kami selama ini penghasilan kurang dan biasanya ada rejeki saat CFD dulu dan kami memahami apa yang disampaikan petugas. Namun kami juga memiliki keluarga yang setiap hari harus diperhatikan. Apalagi kebutuhan paket untuk internet anak dari kegiatan belajar dari rumah,” ujarnya.

Reporter Bakti Wijayanto/Queen Garda Paramitha

Editor Achmad Saichu